Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi

Dialog publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon membahas rekonstruksi peran pemuda melalui literasi politik, kemandirian intelektual.
Dialog yang memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut berlangsung di Caffe Hana. (Foto: Dok/Ist). 

Portal Demokrasi, Ambon — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN A.M. Sangadji Ambon menyerukan perlunya rekonstruksi peran pemuda dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan. Seruan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam dialog publik bertema “Pemuda, Negara, dan Masa Depan Demokrasi: Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Menghadapi Problematika Kebangsaan”, Rabu (28/10/2026).

Dialog yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut berlangsung di Caffe Hana, STAIN Ambon, mulai pukul 16.00 WIT hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan Presiden Mahasiswa UIN A.M. Sangadji Ambon, M. Ali Souwakil, bersama Yarsrib Akbar Souwakil, Basyir Tuhepaly, dan Yunusz Watngiel. Jalannya diskusi dipandu moderator Nabila Kurniawati Madilis.

Dalam pemaparannya, M. Ali Souwakil menegaskan bahwa pemuda perlu mengambil peran lebih aktif dalam kehidupan kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh terjebak dalam sikap pasif atau hanya muncul ketika momentum politik tertentu berlangsung.

Menurut Ali, dialog publik harus menjadi ruang untuk menguji keberanian intelektual sekaligus merumuskan kembali posisi pemuda dalam menghadapi persoalan keumatan dan kebangsaan.

Ia juga menekankan bahwa forum intelektual seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Hasil diskusi perlu mendorong lahirnya pemikiran dan tindakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu agenda yang dibahas adalah penguatan kemandirian intelektual pemuda. Gerakan mahasiswa diharapkan mampu menjaga integritas, mempertahankan daya kritis, dan menghindari mobilisasi politik praktis yang dapat mengurangi independensi organisasi.

Selain itu, mahasiswa didorong membangun advokasi berbasis data. Kajian ilmiah dan fakta lapangan dinilai penting untuk memastikan bahwa kritik terhadap kebijakan memiliki dasar argumentasi yang kuat.

Penggunaan ruang digital juga menjadi perhatian. Pemuda diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan gagasan yang mencerahkan, melawan disinformasi, dan memperluas diskusi publik.

Dialog publik tersebut menempatkan kualitas keterlibatan generasi muda sebagai salah satu unsur penting bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Literasi politik, kemampuan menganalisis kebijakan, serta keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dinilai perlu diperkuat melalui kegiatan pendidikan dan organisasi mahasiswa.

DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon berharap organisasi mahasiswa dapat berkembang menjadi ruang pengembangan gagasan, pusat advokasi berbasis data, dan bagian dari mekanisme pengawasan kebijakan publik.

Melalui peringatan Sumpah Pemuda, dialog ini mengingatkan bahwa semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata. Pemuda tidak hanya diharapkan mampu mengkritisi persoalan bangsa, tetapi juga membangun gagasan dan mendorong solusi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi
  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi
  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi
  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi
  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi
  • Dialog Publik DEMA UIN A.M. Sangadji Ambon Serukan Rekonstruksi Peran Pemuda dalam Demokrasi