Surabaya, 17 Juli 2025 — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di Kelurahan Gayungan mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan. Melalui berbagai inovasi sederhana namun berdampak langsung, kelompok KKN ini dinilai berhasil memenuhi ekspektasi warga yang haus akan program aplikatif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Sejak awal masa KKN,
mahasiswa telah merancang dan merealisasikan berbagai program berbasis
lingkungan dan pemberdayaan. Di antaranya adalah pembuatan pupuk organik,
produksi sabun organik yang ramah lingkungan, serta pembangunan sistem
aquaponik sebagai alternatif ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Semua
kegiatan ini tidak hanya dilakukan dalam bentuk sosialisasi, tetapi dilengkapi
dengan pelatihan dan praktik langsung yang memungkinkan transfer ilmu secara
lebih efektif.
Salah satu program
yang menjadi perhatian khusus adalah kegiatan memilah sampah. Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama secara intensif dengan Karang Taruna
Kelurahan Gayungan. Kolaborasi ini tidak melibatkan masyarakat secara langsung,
namun tetap menjadi bagian penting dari upaya mahasiswa dalam mendukung gerakan
peduli lingkungan.
Menariknya, seluruh
rangkaian kegiatan mahasiswa KKN turut menjadi bagian dalam proses penilaian
lomba kelurahan tingkat provinsi. Dalam kesempatan ini, mahasiswa dilibatkan
langsung untuk memperkenalkan hasil-hasil pelatihan yang telah mereka jalankan
kepada tim penilai dan masyarakat sebagai bagian dari representasi inovasi
kelurahan. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kontribusi mahasiswa
tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga turut mengangkat citra
Kelurahan Gayungan di tingkat yang lebih tinggi.
Lurah Kelurahan
Gayungan, Prangudita Yustiani, mengapresiasi rangkaian kegiatan mahasiswa KKN
120. “Ini sangat bermanfaat dan tepat sasaran. Warga memang membutuhkan praktik
langsung seperti ini,” ujar beliau saat diwawancarai. Ia juga menegaskan bahwa
kegiatan-kegiatan tersebut akan terus dijaga keberlanjutannya oleh kelurahan.
Meskipun kegiatan KKN
secara resmi telah ditutup, mahasiswa tetap akan mendampingi warga hingga 31
Juli. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan program yang telah dirintis
dapat terus berjalan dan diadopsi secara mandiri oleh masyarakat setempat. Harapannya,
kegiatan yang telah dilakukan tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi mampu
meninggalkan dampak yang berkelanjutan dan menginspirasi masyarakat, khususnya
generasi muda, untuk terus peduli dan berinovasi demi lingkungan dan
kesejahteraan bersama.
Ibu Lurah pun berharap
kegiatan serupa bisa dilakukan lebih sering. Menurutnya, kehadiran mahasiswa
membawa semangat baru, inspirasi, serta menjadi penyemangat bagi generasi muda
lainnya untuk lebih aktif berinovasi dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan semangat gotong
royong dan inovasi, KKN 120 Gayungan menutup rangkaian program mereka bukan
sebagai akhir, tetapi sebagai awal dari perubahan positif yang berkelanjutan di
Kelurahan Gayungan.


