Portal Demokrasi, Depok, 27 April 2026 – Universitas Pamulang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMK Al-Hasra, Depok. Kegiatan ini mengangkat tema “Edukasi Komunikasi Asertif untuk Meningkatkan Keberanian Berpendapat serta Mencegah Bullying, Body Shaming, dan Kekerasan Verbal” yang menyasar siswa kelas XI sebagai upaya membangun kesadaran komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah.
Program ini dipimpin
oleh dosen Ilmu Komunikasi, Yunita Gouwtama, S.I.Kom., M.A., bersama tim
pelaksana sekaligus sebagai narasumber yaitu Eka Wiriyanti, S.Sos., M.I.Kom.,
serta melibatkan mahasiswa Dian Herlina, Heru Ajati, Rosmita Fathia Hidayat,
dan Zidan Ali Zulkarnanen. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya
fenomena bullying, body shaming, dan kekerasan verbal di kalangan remaja, yang
sering kali dianggap sebagai candaan, namun berdampak serius terhadap kondisi
psikologis dan kepercayaan diri siswa.
Dalam pelaksanaannya,
kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengombinasikan penyampaian
materi, diskusi kelompok, serta simulasi atau role play yang menggambarkan
situasi nyata di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya
memahami konsep komunikasi asertif secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk
mempraktikkannya secara langsung dalam berbagai situasi sosial, termasuk saat
menghadapi perilaku bullying dan kekerasan verbal.
Eka Wiriyanti, S.Sos., M.I.Kom. selaku narasumber menyampaikan bahwa komunikasi asertif merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh siswa agar mampu menyampaikan pendapat secara tegas tanpa melukai orang lain. Ia menekankan bahwa keberanian berpendapat harus diiringi dengan etika komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan konflik baru dalam interaksi sosial.
Kegiatan yang diikuti
oleh sekitar 24 siswa ini menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan hasil
observasi selama kegiatan, terlihat adanya peningkatan keberanian siswa dalam
menyampaikan pendapat, kemampuan menyusun pesan secara lebih terstruktur, serta
sikap yang lebih menghargai dalam merespons pendapat orang lain. Selain itu,
siswa juga mulai menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap dampak
negatif dari bullying, body shaming, dan kekerasan verbal.
Antusiasme peserta
terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, terutama saat diskusi dan
simulasi berlangsung. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka baru menyadari
bahwa bentuk-bentuk komunikasi yang selama ini dianggap sebagai candaan ternyata
dapat termasuk dalam kategori kekerasan verbal yang berdampak pada orang lain.
Pihak sekolah menyambut
baik kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara
berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam
menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, serta menjunjung
tinggi nilai-nilai komunikasi yang santun dan saling menghargai.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Pamulang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.