.jpeg)
Narasumber dan penyelenggara berfoto bersama usai talkshow Bhavani Indonesia dan KPU RI tentang pendidikan pemilih berkelanjutan bagi perempuan muda
Portal Demokrasi, Jakarta, 16 Juli 2026 – Bhavani Indonesia berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyelenggarakan Talkshow “Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan” mengusung tema “Perempuan Penjaga Demokrasi: Menguatkan Peran Aktif Perempuan Muda dalam Mewujudkan Pemilu Berintegritas”. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi perempuan muda untuk memperkuat literasi politik, meningkatkan kesadaran berdemokrasi, serta membangun partisipasi publik yang cerdas dan bertanggung jawab.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Bhavani Indonesia dalam menghadirkan ruang belajar yang mendorong perempuan tidak hanya sebagai peserta demokrasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui pendidikan, advokasi, riset, pemberdayaan perempuan, dan literasi digital. Perempuan Penjaga Demokrasi - Talkshow.pdf
Dalam kegiatan ini hadir tiga narasumber yang mewakili perspektif akademisi, organisasi kepemudaan, dan penyelenggara pemilu, yaitu:
- Iik Nurul Fatimah – Akademisi
- Vransiska Fami Arizona, S.Sos., M.Si. – Executive Bhavani Indonesia
- Dewi Valentin – Pokja Rumah Demokrasi
Diskusi membahas pentingnya membangun budaya demokrasi yang sehat melalui pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang pelaksanaan pemilu. Program pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan salah satu upaya KPU untuk meningkatkan kualitas literasi politik masyarakat agar mampu menjadi pemilih yang kritis, rasional, dan berintegritas.
Executive Bhavani Indonesia, Vransiska Fami Arizona, menjelaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
“Perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi pemimpin perubahan yang menjaga demokrasi. Ketika perempuan memiliki literasi politik yang baik, mereka mampu menjadi penggerak di keluarga, komunitas, hingga ruang digital.”
Materi yang disampaikan juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital, mulai dari penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang kerap dialami perempuan ketika aktif menyampaikan pendapat di ruang publik.
Sebagai solusi, Bhavani Indonesia memperkenalkan gerakan Digital Guardian, sebuah inisiatif yang mendorong perempuan muda menjadi:
- Critical Thinker
- Fact Checker
- Ethical Citizen
- Safe Space Creator
- Community Educator Perempuan
Selain itu, peserta juga diajak menerapkan tiga langkah sederhana dalam menghadapi banjir informasi, yaitu Tahan Jari, Verifikasi & Cek Fakta, serta Saring Sebelum Sharing sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang digital yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Bhavani Indonesia berharap semakin banyak perempuan muda yang berani mengambil peran sebagai penjaga demokrasi, memperkuat literasi politik, melawan disinformasi, serta membangun budaya demokrasi yang inklusif, aman, dan berintegritas.
Sebagai organisasi yang berfokus pada pendidikan, advokasi, riset, pemberdayaan perempuan, dan literasi digital, Bhavani Indonesia meyakini bahwa demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan kepedulian untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.