
Gebyar Syuro Paguyuban Cetak Jogja menjadi salah satu acara yang sangat dinanti oleh masyarakat sekitar dan anggota komunitas. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat silaturahmi antar anggota dan masyarakat sekitar. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti tausiyah, doorprize, serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu, Gebyar Syuro tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual.
Dalam acara ini, para peserta diajak untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial. Ustadz H. Ari Maulana memberikan tausiyah yang mengajak semua hadirin untuk menjaga keseimbangan tersebut. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas, termasuk Komunitas Sablon Jogja, PPGI, dan IKAPI Jogja. Kehadiran perwakilan dari berbagai lembaga dan instansi juga menunjukkan bahwa acara ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
Gebyar Syuro tidak hanya sekadar acara rutin, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Paguyuban Cetak Jogja dalam menjalankan program sosial. Dengan terus mengadakan kegiatan serupa, PCJ berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung. Dalam acara ini, seluruh peserta diberi kesempatan untuk merasakan manfaat dari kebersamaan dan gotong royong.
Gebyar Syuro sebagai Ajang Silaturahmi
Gebyar Syuro merupakan acara tahunan yang digelar oleh Paguyuban Cetak Jogja (PCJ) bersama dengan Komunitas Pemuda Klisat CANADA. Acara ini bertujuan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antara anggota PCJ dan masyarakat sekitar. Tahun ini, acara berlangsung pada 26 Juli 2024 di Gedung Serba Guna Padukuhan Klisat Srihardono, Pundong, Bantul. Sebanyak kurang lebih empat ratus tamu undangan hadir dalam acara ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan sosial yang diselenggarakan.
Acara ini dimulai dengan pembukaan yang dilakukan oleh ketua panitia, Baihaqi Lathif. Ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, baik dari anggota PCJ, Komunitas Pemuda Klisat, para donatur, sponsor, maupun masyarakat setempat. "Kami sangat bersyukur atas dukungan dan partisipasi semua pihak. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas spiritual serta sosial kita semua," ujarnya.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komunitas dan organisasi, seperti Komunitas Sablon Jogja, PPGI, dan IKAPI Jogja. Hadir pula Pak Dukuh Klisat, Lurah Desa Srihardono, serta perwakilan dari Kapanewon Pundong, Bantul. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa acara ini mendapat dukungan lintas sektor, baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintah setempat.
Menjadi Event Paguyuban Cetak Jogja Berkelanjutan
Ketua PCJ, Selamet Supriyadi, menyampaikan bahwa Gebyar Syuro adalah salah satu upaya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial. "Melalui acara seperti ini, kami berharap dapat memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antar anggota PCJ dan dalam rangka bersosialisasi dengan masyarakat," katanya.
Menurutnya, acara ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama. Dengan adanya Gebyar Syuro, PCJ berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang. Hal ini dilakukan guna memperkokoh semangat kebersamaan sesuai dengan slogan PCJ "Guyub Rukun Golek Rejeki Bareng-bareng."
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan PCJ kepada masyarakat luas. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik, seperti tausiyah, doorprize, dan pemberian santunan, PCJ ingin menunjukkan bahwa paguyuban ini bukan hanya sekadar wadah bagi pelaku usaha percetakan, tetapi juga sebuah komunitas yang peduli terhadap masyarakat sekitar.
Tausiyah Ustadz H. Ari Maulana tentang Pentingnya Spiritual dan Sosial
Salah satu acara utama dalam Gebyar Syuro adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz H. Ari Maulana. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk selalu memperhatikan dan menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. "Kita sebagai umat manusia harus mampu menjaga keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Tidak hanya rajin beribadah secara pribadi, tetapi juga harus peduli terhadap sesama dan aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat," pesannya.
Ustadz H. Ari Maulana juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Ia menilai bahwa kehidupan sosial yang baik akan membantu memperkuat iman seseorang. "Kita bisa belajar banyak dari kehidupan sosial, karena melalui kegiatan sosial, kita bisa menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama," tambahnya.
Pesan-pesan ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan penuh makna. Para hadirin tampak antusias dan tertarik dengan materi yang disampaikan. Ustadz H. Ari Maulana juga mengajak seluruh peserta untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
Doorprize dan Santunan untuk Anak Yatim Piatu
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan pengundian doorprize yang menarik perhatian seluruh peserta. Ada sebanyak 150 hadiah yang dibagikan, mulai dari jam dinding, payung, hingga barang elektronik seperti kompor gas, blender, setrika, chopper, dispenser, TV 32 inci, kulkas, dan mesin cuci. Doorprize ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi seluruh peserta.
Selain itu, acara ini juga diakhiri dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Paguyuban Cetak Jogja memberikan paket santunan yang berisi perlengkapan kebutuhan dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi anggota PCJ dan komunitas lain untuk terus aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berbasis kemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, PCJ ingin menunjukkan bahwa paguyuban ini bukan hanya sekadar wadah bagi pelaku usaha percetakan, tetapi juga sebuah komunitas yang peduli terhadap masyarakat sekitar. Melalui Gebyar Syuro, PCJ berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Komitmen PCJ dalam Membangun Masyarakat yang Lebih Baik
Paguyuban Cetak Jogja (PCJ) memiliki visi untuk menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha percetakan di Jogja. Dengan komitmen yang kuat, PCJ berupaya untuk terus mengadakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Gebyar Syuro adalah salah satu contoh nyata dari komitmen ini.
Dalam acara ini, PCJ menunjukkan bahwa paguyuban ini tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan sosial. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik dan bermanfaat, PCJ berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung. Selain itu, PCJ juga berkomitmen untuk terus memperkuat semangat gotong royong antar anggota dan masyarakat sekitar.
Slogan PCJ, "Guyub Rukun Golek Rejeki Bareng-bareng," mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama yang menjadi inti dari keberadaan paguyuban ini. Dengan mengadakan kegiatan seperti Gebyar Syuro, PCJ ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerja sama adalah kunci sukses dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Keberlanjutan dan Harapan Masa Depan
Gebyar Syuro tidak hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang PCJ dalam menjalankan program sosial. Dengan terus mengadakan kegiatan serupa, PCJ berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung. Di masa depan, PCJ akan terus berupaya untuk memperluas jangkauan kegiatannya, baik dalam hal jumlah peserta maupun dampak sosial yang dihasilkan.
Selain itu, PCJ juga berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Dengan adanya kolaborasi ini, PCJ ingin menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari segi bisnis, tetapi juga dari kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar.
Dalam hal ini, PCJ juga berkomitmen untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan kerja sama antar anggota. Dengan semangat yang sama, PCJ yakin bahwa keberlanjutan dan keberhasilan akan tercapai. Dengan demikian, Gebyar Syuro tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masyarakat yang lebih baik.