Penulis : Yudhistira Adwimurti, Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Editor : Safiya Aqila
Ketika Geopolitik Menentukan Arah Ekonomi Global
Dinamika ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir semakin dipengaruhi oleh faktor geopolitik. Konflik militer, ketegangan perdagangan, serta gangguan rantai pasok global kini menjadi determinan penting yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Eskalasi konflik di Timur Tengah pada 2026 memicu gangguan besar pada pasar energi global. International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa konflik tersebut menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar energi global dengan penurunan sekitar 8 juta barel per hari atau hampir 8% dari permintaan global (IEA, 2026; Reuters, 2026).
Gangguan tersebut berpusat pada Selat Hormuz yang merupakan jalur transportasi sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Ketika jalur strategis ini terganggu, harga minyak global langsung melonjak dan bahkan sempat mendekati USD 120 per barel (Reuters, 2026).
Kenaikan harga energi memiliki implikasi luas bagi ekonomi global. Energi merupakan input utama bagi hampir seluruh sektor ekonomi, mulai dari transportasi hingga manufaktur. Ketika harga energi meningkat tajam, biaya produksi ikut meningkat dan tekanan inflasi menjadi semakin sulit dikendalikan.
Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global tersebut, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif stabil.
International Monetary Fund memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 sekitar 3,3%, lebih rendah dibandingkan rata-rata historis sebelum pandemi (IMF, 2026). Namun ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5% yang menunjukkan ketahanan relatif lebih kuat dibandingkan rata-rata global.
Stabilitas ekonomi Indonesia didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, stabilitas sistem keuangan, serta kebijakan fiskal dan moneter yang relatif kredibel. Meskipun demikian, struktur ekonomi nasional masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan terhadap komoditas dan produktivitas tenaga kerja yang perlu ditingkatkan.
Solusi: Strategi Ekonomi Adaptif di Era Fragmentasi Global
Untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Indonesia perlu mengadopsi strategi ekonomi yang lebih adaptif.
Pertama, memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan pengembangan energi terbarukan.
Kedua, mempercepat hilirisasi industri berbasis sumber daya alam sehingga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
Ketiga, diversifikasi pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu.
Keempat, meningkatkan investasi pada sumber daya manusia dan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Momentum Transformasi Ekonomi Nasional
Sejarah menunjukkan bahwa krisis global sering menjadi momentum bagi negara tertentu untuk melakukan lompatan pembangunan.
Krisis minyak pada dekade 1970-an mendorong industrialisasi di Jepang dan Korea Selatan. Krisis finansial Asia 1998 juga menjadi titik balik reformasi ekonomi di kawasan Asia.
Dalam konteks saat ini, ketidakpastian geopolitik global justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan sektor industri bernilai tambah tinggi dan ekonomi berbasis inovasi.
Peran Akademisi dalam Ekonomi Berbasis Pengetahuan
Dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global yang semakin tinggi, kontribusi akademisi menjadi semakin penting.
Analisis ekonomi berbasis data dan riset ilmiah dapat membantu pembuat kebijakan memahami dinamika ekonomi global secara lebih objektif. Pendekatan evidence-based policy juga menjadi penting agar kebijakan ekonomi tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga strategis dalam jangka panjang.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat merupakan kunci untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh di tengah ketidakpastian global.
Referensi
International Monetary Fund. (2026). World Economic Outlook Update.
International Energy Agency. (2026). Oil Market Report.
Reuters. (2026). Global Energy Market Analysis.
World Bank. (2025). Indonesia Economic Prospects.
