GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Isu Dana Asing Mengemuka, Mahasiswa Geruduk Polda Jatim Tuntut Transparansi NGO


Portal Demokrasi, Surabaya
- Puluhan mahasiswa kembali geruduk Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya, Jum'at (24/4/2026), membawa gelombang protes yang kian membesar. Dengan iringan teriakan tuntutan, poster bernada keras, dan spanduk yang mencolok, mereka menekan aparat penegak hukum agar tidak lagi mengabaikan dugaan aliran dana asing ke sejumlah NGO di Indonesia.

Aksi berlangsung dinamis. Massa bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando, menyoroti pentingnya keterbukaan sumber pendanaan lembaga swadaya masyarakat. Bagi mereka, ketertutupan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan potensi ancaman serius terhadap kedaulatan nasional jika dibiarkan tanpa pengawasan ketat.

Koordinator aksi, Figo, tampil lantang di hadapan peserta aksi. Dengan suara tegas ia menantang keberanian aparat untuk bertindak.

“Jangan lagi ada pembiaran! Jika benar ada jaringan dana asing yang bermain di balik NGO, bongkar sekarang juga! Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan asing yang bersembunyi di balik nama organisasi,” tegas Figo.

Menurut massa, lambannya respons aparat justru memperkuat dugaan adanya persoalan yang belum tersentuh. Mereka menilai, kejelasan sikap penegak hukum sangat diperlukan untuk meredam spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Kami tidak anti NGO. Tapi jika ada yang menjadi alat kepentingan asing, itu harus ditindak! Transparansi adalah harga mati, bukan pilihan,” lanjutnya.

Dalam tekanan aksi tersebut, mahasiswa secara terbuka mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada publik, disertai penguatan regulasi serta pengawasan terhadap arus pendanaan asing.

Situasi di sekitar lokasi sempat dipadati pengguna jalan yang melambat untuk menyaksikan aksi. Aparat keamanan terlihat berjaga, memastikan demonstrasi tetap berjalan tertib meski tensi massa terus meninggi.

Menjelang akhir aksi, Figo kembali mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti pada hari ini.

“Jika tuntutan ini tidak dijawab, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar. Ini peringatan!” tutup Figo.

Gelombang aksi ini disebut sebagai sinyal kuat meningkatnya tekanan publik terhadap aparat penegak hukum. Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal isu tersebut hingga ada langkah nyata, demi memastikan kedaulatan dan integritas bangsa tetap terjaga. (Far)

Type above and press Enter to search.