GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Sosialisasi Cegah DBD oleh Mahasiswa KKNT UPN Kelompok 53 di RW 11 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya

Mahasiswa KKNT SDGs Kelompok 53 UPNVJT bersama warga RW 11 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, saat kegiatan sosialisasi pencegahan DBD melalui pembuatan alat perangkap nyamuk sederhana (12/7)

Portal Demokatsi, Surabaya, 12 Juli 2025
– Untuk mencegah dan menurunkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di RW 11 Kelurahan Wonorejo, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) SDGs kelompok 53 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi pencegahan DBD dengan pendekatan yang ramah lingkungan besrama warga di Balai RW 11 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya pada Sabtu (12/7).

Berlokasi di Balai RW 11 kelurahan Wonorejo, kecamatan Tegalsari, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh anggota Kader Surabaya Hebat (KSH) dan perwakilan Karang Taruna RW 11. Kegiatan ini dilaksanakan secara interaktif dengan tema : Sosialisasi Pemberantasan DBD dengan Alat Daur Ulang Sederhana.

Diawali oleh pemberian informasi mengenai pentingnya gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) sebagai langkah awal dalam mencegah DBD yang disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN. Setelah itu, mahasiswa KKN beserta warga langsung praktik untuk membuat alat penangkap nyamuk dari botol bekas, yang terdiri dari bahan-bahan sehari-hari yang sederhana seperti botol plastik 1.5L, air, gula, ragi, dan kantong plastik hitam (trash bag).

"Saat ini RW 11 berada dalam zona merah untuk penyebaran DBD. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar mereka bisa berkontribusi aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk, tidak hanya sekadar bergantung pada fogging,” ujar Sevty selaku ketua kelompok 53 KKNT SDGs UPN Veteran Jawa Timur.

Semangat ibu-ibu KSH, karang taruna serta mahasiswa KKN terlihat antusias selama acara berlangsung. Seorang ibu dari KSH RW 11, menyatakan bahwa beliau baru saja mengetahui cara membuat perangkap nyamuk alami yang efisien dan ramah lingkungan. 

“Ternyata mudah dan dapat dihasilkan dari barang-barang yang ada di sekitar rumah,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berharap agar masyarakat dapat lebih aktif dalam gerakan pencegahan DBD. Tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga dengan upaya mandiri berkelanjutan membuat ulang alat daur ulangnya untuk pencegahan nyamuk, sehingga bermanfaat bagi warga RW 11 kedepannya.

Type above and press Enter to search.