Di tengah semangat pengembangan ekonomi kreatif, khususnya untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kota Yogyakarta terus berupaya memberikan dukungan yang nyata. Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah kehadiran Gerai INSPIRA Indonesia di Bandara Internasional YIA (Yogyakarta International Airport) di Kulon Progo. Gerai ini menjadi wadah penting bagi para pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Kunjungan resmi dari Pemerintah Kota Yogyakarta ke gerai tersebut dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program pendukung UMKM. Dalam kunjungan ini, Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Bebasari Sitarini, SP, MMA bersama staf mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh komunitas INSPIRA Indonesia. Mereka melihat bahwa gerai ini tidak hanya menjadi tempat penjualan, tetapi juga sebagai wadah pemasaran yang strategis, terutama karena letaknya di bandara internasional yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain itu, kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan usaha kecil dan menengah serta mendengarkan langsung kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan masukan dan saran yang bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas program dukungan yang telah diberikan, seperti pelatihan dan penguatan kapasitas. Hal ini sejalan dengan arahan dari Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Drs. Tri Karyanto, SH, MSi, yang ingin memastikan bahwa program-program tersebut benar-benar mampu membantu UMKM dalam berkembang.
Gerai INSPIRA Indonesia hadir sebagai bentuk kolaborasi antara komunitas UMKM dan lembaga pemerintah. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Jogja kepada dunia luar. Hanya produk dengan kualitas tinggi dan lolos kurasi yang bisa dipasarkan di gerai ini. Selain itu, gerai ini juga menjadi wadah untuk inovasi dan pemasaran yang lebih modern, termasuk melalui media sosial dan sistem digital.
Dalam kunjungan tersebut, Bu Sita berdiskusi dengan Tonni Candra selaku Ketua Komunitas UKM INSPIRA Indonesia. Mereka membahas berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan, mulai dari pemanfaatan saluran online hingga inovasi dalam penjualan. Di samping itu, pihak gerai juga mencoba membangun kerja sama dengan pelaku bisnis lain agar dapat memperluas jaringan distribusi produk.
Gerai INSPIRA Indonesia saat ini didominasi oleh produk fashion yang memiliki kualitas tinggi. Namun, varian produk di gerai ini lebih lengkap dibandingkan dengan gerai-gerai lain di kawasan Tugu Malioboro. Selain itu, produk yang tersedia mayoritas menggunakan bahan ramah lingkungan dengan harga yang kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa gerai ini tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kualitas produk.
Dalam kesempatan yang sama, Novi Satria Listantoro, SE selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data Informasi dan Penguatan Manajemen UKM memberikan saran agar manajemen pengelolaan gerai INSPIRA Indonesia ditingkatkan melalui sistem pengelolaan data penjualan dan stok produk yang dapat dimonitor secara real-time. Dengan adanya sistem ini, pengelola dapat lebih mudah memantau kondisi operasional dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Novi juga mengapresiasi komunitas INSPIRA Indonesia yang telah memfasilitasi UMKM di Kota Yogyakarta untuk membranding produk mereka di Bandara Internasional YIA. Semua produk yang masuk tentu telah melalui Quality Control dan kurasi sehingga hanya produk terbaik yang bisa masuk ke pasar internasional. Ini menunjukkan bahwa gerai ini tidak hanya menjadi wadah pemasaran, tetapi juga menjadi standar kualitas yang tinggi.
Krismatuningsih, SP selaku Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Pembinaan Usaha Mikro Kecil menambahkan harapannya agar Gerai INSPIRA Indonesia dapat memperbanyak pelaku UMKM di Kota Yogyakarta untuk bergabung. Dengan cara ini, produk UMKM Kota Yogyakarta dapat tersebar ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan mancanegara. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kota.
Sebagai salah satu pintu masuk wisatawan luar negeri maupun domestik, Bandara YIA memiliki peran penting dalam memperkenalkan produk lokal. Saat ini, Bandara YIA merupakan satu-satunya bandara internasional yang ada di Jogja Jawa Tengah. Oleh karena itu, kehadiran Gerai INSPIRA Indonesia di sana sangat strategis dan berpotensi besar untuk meningkatkan eksposur produk UMKM.
Di akhir kunjungan, Ketua INSPIRA Indonesia mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi rombongan Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta. Sinergi dan kolaborasi apik yang terjalin selama ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik antara INSPIRA Indonesia dan pemerintah. Dengan begitu, program-program yang dijalankan dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Gerai INSPIRA Indonesia di Bandara YIA Kulon Progo menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas UMKM dan pemerintah dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan dukungan yang tepat, UMKM di Kota Yogyakarta tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperkuat daya saing produk lokal.