GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Digitalic Gelar Workshop di Badan POM tentang Pembuatan Konten Kreatif Media Sosial

Digitalic workshop on social media content creation at BPOM

Di era digital yang semakin berkembang, konten kreatif di media sosial menjadi salah satu aset penting bagi instansi pemerintah dan lembaga swasta. Konten yang menarik tidak hanya mampu meningkatkan visibilitas, tetapi juga berperan dalam menyampaikan informasi secara efektif kepada publik. Dalam upaya memperkuat komunikasi melalui media sosial, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar sebuah workshop yang bertajuk "Workshop of Content Creation" dengan menghadirkan Digitalic sebagai penyelenggara. Workshop ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk meningkatkan kemampuan tim media sosialnya dalam menciptakan konten yang relevan, menarik, dan sesuai tren terkini.

Pada acara yang digelar pada 6 Maret 2025 lalu, Digitalic memberikan pelatihan tentang strategi pembuatan konten kreatif, khususnya di platform Instagram dan TikTok. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman algoritma media sosial terbaru hingga teknik storytelling yang efektif. Selain itu, peserta juga diajarkan cara membuat content plan yang terstruktur dan berbasis riset. Workshop ini tidak hanya memberikan wawasan teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga peserta bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat.

Konten kreatif di media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan komunikasi pemerintah. Dengan adanya workshop seperti ini, BPOM menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Kehadiran Digitalic dalam acara ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perusahaan kreatif dapat memberikan hasil yang maksimal. Dengan demikian, konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menarik minat audiens dan membangun keterlibatan yang lebih baik.

Update Algoritma Media Sosial 2025 & Cara Membuat Konten Storytelling

Dalam era digital saat ini, algoritma media sosial terus mengalami perkembangan. Pemahaman akan perubahan ini sangat penting bagi pengelola konten agar bisa tetap relevan dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dalam workshop yang diadakan oleh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM, Robit Mikrojul Huda, Founder Digitalic Indonesia, menjelaskan update algoritma media sosial tahun 2025 dan cara membuat konten storytelling yang efektif.

Salah satu fitur baru yang menarik perhatian adalah Trial Reels di Instagram. Fitur ini memberikan ruang bagi pengguna untuk menciptakan konten video pendek yang dinamis dan menarik. Robit menekankan bahwa untuk membuat konten yang sukses, konsistensi menjadi kunci utama. Ia menyarankan para peserta untuk membuat minimal 10 konten dalam sebulan. Selain itu, konten tipe carousel lebih disarankan daripada single photo karena mampu memberikan informasi yang lebih lengkap dan menarik.

Selain itu, Robit juga memberikan tips tentang bagaimana membuat konten yang bisa “riding the wave” atau mengikuti tren terkini. Hal ini penting karena konten yang sesuai dengan tren akan lebih mudah diterima dan dibagikan oleh audiens. Ia menegaskan bahwa 3 detik pertama dari sebuah video sangat menentukan apakah penonton akan melanjutkan menonton atau tidak. Oleh karena itu, setiap konten harus memiliki hook yang kuat dan menarik.

Storytelling tetap menjadi salah satu metode yang paling efektif dalam menyampaikan informasi. Dengan menggunakan narasi yang menarik, konten bisa menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Teknik ini juga sangat berguna untuk menyampaikan informasi yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Dengan kombinasi antara visual yang menarik dan narasi yang kuat, konten bisa mencapai tujuan komunikasi yang lebih baik.

Teori dan Praktik Membuat Content Plan

Setelah mengenal update algoritma media sosial dan teknik storytelling, peserta workshop juga diajarkan bagaimana membuat Content Plan yang efektif. Materi ini disampaikan oleh Riski Saputra, Digital Communication Consultant Digitalic. Ia menjelaskan bahwa Content Plan adalah rencana strategis yang mencakup visi, misi, target audience, dan riset kompetitor. Dengan langkah-langkah ini, konten yang dihasilkan akan lebih terarah dan berkualitas.

Riski menekankan pentingnya evaluasi internal sebelum membuat Content Plan. Evaluasi ini mencakup analisis visual design, konsistensi konten, serta matriks goals yang tepat. Dengan melakukan evaluasi, tim media sosial bisa memastikan bahwa konten yang dibuat sesuai dengan visi dan misi organisasi. Selain itu, evaluasi juga membantu mengidentifikasi kelemahan dan peluang untuk meningkatkan kualitas konten.

Setelah evaluasi internal, langkah selanjutnya adalah membuat Content Pilar. Content Pilar adalah tema utama yang akan menjadi dasar dari semua konten yang dibuat. Riski merekomendasikan bahwa sebanyak 50% dari konten harus berupa materi edukasi, 30% untuk entertainment, dan 20% untuk engage. Konten edukasi bisa berupa tips, trik, event, atau program kerja BPOM. Sementara itu, konten entertainment bisa berupa cerita humor atau meme yang relevan. Untuk konten engage, bisa berupa QnA, mitos atau fakta, dan lain sebagainya.

Dengan Content Plan yang terstruktur, tim media sosial BPOM akan lebih mudah dalam mengatur jadwal konten dan memastikan bahwa setiap konten memiliki tujuan yang jelas. Hal ini juga membantu dalam mempertahankan konsistensi dan meningkatkan engagement dengan audiens.

Praktik Langsung dalam Pembuatan Konten

Setelah mendapatkan teori tentang pembuatan konten dan Content Plan, peserta workshop diberikan kesempatan untuk praktek langsung. Acara ini dilakukan dengan membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari enam orang. Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat Content Plan dan konten yang berkualitas. Proses ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi antar peserta.

Dalam praktik tersebut, peserta diminta untuk merancang konten yang sesuai dengan visi dan misi Direktorat PMPUPO BPOM. Mereka juga diberikan panduan untuk memastikan bahwa konten yang dibuat konsisten dalam hal visual design dan relevansi. Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana menggabungkan elemen storytelling dalam konten mereka agar lebih menarik dan mudah dipahami.

Hasil dari praktik ini sangat memuaskan. Dalam waktu setengah hari saja, peserta mampu menciptakan 30 calon konten yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, tim media sosial BPOM bisa menciptakan konten yang berkualitas dan efektif. Praktik langsung ini juga membantu peserta memahami proses pembuatan konten secara lebih mendalam dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola media sosial.

Apresiasi dari BPOM atas Workshop Digitalic

Hasil dari workshop yang diadakan oleh Digitalic mendapat apresiasi tinggi dari pihak BPOM. Rizan Febriana Pratama, S.Farm, Apt, yang merupakan perwakilan dari Direktorat PMPUPO BPOM, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta. Ia menilai bahwa peserta mendapatkan wawasan yang melimpah dan bisa langsung menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Rizan juga berharap agar tim media sosial PMPUPO bisa terus meningkatkan kualitas konten mereka.

Tidak hanya Rizan, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM, Ema Setyawati, S.Si, Apt, ME, juga menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, dalam waktu setengah hari saja, peserta sudah mampu menciptakan 30 calon konten yang menarik dan relevan. Ema menilai bahwa workshop ini memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kemampuan tim media sosial BPOM.

Apresiasi dari pihak BPOM menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perusahaan kreatif seperti Digitalic bisa memberikan dampak positif yang nyata. Dengan adanya workshop ini, BPOM tidak hanya meningkatkan kualitas konten, tetapi juga memperkuat komunikasi dengan publik. Hal ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi bisa menjadi kunci dalam menciptakan konten yang efektif dan berdampak.

Type above and press Enter to search.