Di tengah semangat pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Yogyakarta, muncul sebuah kisah inspiratif yang menunjukkan bagaimana inovasi dapat mengubah sampah menjadi nilai ekonomi. Di Bantul, tepatnya di Glugo RT 7, Panggungharjo, Sewon, seorang pelaku usaha UMKM bernama Muhammad Ali Rofiq Dwiantoro berhasil menciptakan solusi pertanian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku utama. Usaha ini dikenal dengan merek Marda Agrobisnis, yang menghasilkan produk Pupuk Organik Cair (POC) atau disebut juga CTC (Compost Tea Cair).
Dengan konsep bisnis yang berfokus pada keberlanjutan dan pengurangan limbah, Marda Agrobisnis menjadi contoh nyata bagaimana perubahan kecil bisa memberikan dampak besar. Produk yang dibuat dari limbah rumah tangga, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dan penggemar pertanian urban.
Selain itu, tren urban farming atau budidaya pertanian di perkotaan semakin diminati, terutama oleh mereka yang tinggal di area dengan lahan terbatas. Dengan adanya POC, orang-orang bisa tetap melakukan aktivitas bertani tanpa harus memiliki lahan luas. Kini, Marda Agrobisnis telah mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di daerah Bantul maupun kota-kota sekitar Yogyakarta. Produk ini juga tersedia di marketplace seperti Tokopedia dan Link UMKM, membuat akses lebih mudah bagi konsumen.
Membangun Bisnis dari Nol: Perjalanan Marda Agrobisnis
Awal mula dari bisnis Marda Agrobisnis dimulai ketika Muhammad Ali Rofiq Dwiantoro dan rekan-rekannya melakukan sosialisasi kepada kelompok tani tentang cara mengolah limbah. Namun, banyak dari mereka lebih memilih untuk membeli produk jadi daripada membuat sendiri. Hal ini menjadi motivasi bagi Rofiq untuk menciptakan solusi yang lebih praktis dan terjangkau.
Sejak 2018, ia mulai membangun bisnis ini secara mandiri. Meskipun belajar melalui buku dan internet, produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan merek lain. Ia juga aktif bergabung dalam komunitas pertanian dan pengelola limbah, sehingga ilmu dan wawasan terus berkembang.
"Kami percaya bahwa inovasi tidak selalu datang dari sumber formal. Banyak hal yang bisa dipelajari melalui pengamatan dan eksperimen," ujar Rofiq.
Produk yang Ramah Lingkungan dan Efisien
Salah satu produk unggulan dari Marda Agrobisnis adalah Pupuk Organik Cair (POC) CTC. Produk ini dibuat dari limbah organik yang biasanya tidak digunakan lagi, seperti daun, kulit buah, dan limbah pertanian lainnya. Proses pembuatannya menggunakan teknik fermentasi alami, sehingga menghasilkan nutrisi yang kaya akan mikroba baik.
Keunggulan POC ini terletak pada kemudahan penggunaan dan efisiensi. Untuk satu liter air, hanya diperlukan 5 ml CTC, yang bisa digunakan hingga beberapa meter persegi. Produk ini juga sangat cocok untuk pengguna yang sibuk karena tidak memerlukan perawatan harian.
"Orang tidak perlu repot-repot menyiram setiap hari. Cukup seminggu sekali, tanaman tetap tumbuh sehat," tambah Rofiq.
Manfaat POC untuk Pertanian dan Lingkungan
Selain efisien, POC memiliki banyak manfaat bagi pertanian dan lingkungan. Pertama, POC membantu meningkatkan kesehatan media tanam dan meningkatkan populasi mikroorganisme yang bermanfaat. Kedua, produk ini meminimalkan penggunaan bahan kimia, sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Lebih lanjut, penggunaan POC juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah yang biasanya dianggap sebagai sampah justru diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Dengan demikian, penggunaan POC tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga lingkungan.
"Bayangkan jika seluruh masyarakat mengadopsi pola ini. Limbah yang ada bisa diminimalisir, dan lingkungan kita menjadi lebih bersih," ujar Rofiq.
Urban Farming: Solusi untuk Lahan Terbatas
Tren urban farming semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan, terutama mereka yang tinggal di area dengan lahan sempit. Dengan adanya POC, siapa pun bisa melakukan budidaya tanaman tanpa harus memiliki lahan luas.
Beberapa metode seperti hidroponik, aeroponik, atau vertikal farming bisa digunakan untuk mengoptimalkan ruang. Selain itu, POC juga bisa digunakan dalam berbagai jenis tanaman, termasuk sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias.
"Urban farming bukan hanya tentang menanam, tapi juga tentang mengurangi ketergantungan pada produk impor dan meningkatkan kemandirian pangan," tambah Rofiq.
Harga Terjangkau dan Akses Mudah
Meski memiliki manfaat yang luar biasa, harga POC dari Marda Agrobisnis cukup terjangkau. Untuk kemasan 500ml, produk ini dijual dengan harga Rp 39.999,-. Harga ini dianggap kompetitif mengingat kualitas dan manfaat yang diberikan.
Selain itu, akses ke produk ini sangat mudah. Konsumen bisa membelinya langsung di toko offline atau melalui platform digital seperti Tokopedia dan Link UMKM. Informasi lebih lanjut juga bisa ditemukan melalui media sosial Instagram @mardaagrobisnis.
Menciptakan Kesadaran Lingkungan Melalui Bisnis
Marda Agrobisnis tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada penciptaan kesadaran lingkungan. Rofiq percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita tidak perlu menunggu pemerintah atau organisasi untuk bertindak. Setiap langkah kecil bisa berdampak besar," ujarnya.
Melalui bisnisnya, Rofiq ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya merasa nyaman dengan produknya, tetapi juga sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Masa Depan Marda Agrobisnis
Dengan pengalaman selama beberapa tahun, Marda Agrobisnis kini sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk. Rofiq berharap, dalam waktu dekat, produk ini bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat.
Selain itu, ia juga berencana untuk mengembangkan program pelatihan dan edukasi bagi para petani dan penggemar pertanian. Tujuannya adalah agar lebih banyak orang bisa memahami manfaat POC dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin menjadi bagian dari solusi keberlanjutan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan generasi mendatang," tutup Rofiq.