GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Mengubah Dakwah Menjadi Seni, Rama Sastra Negara dan TAPSSAM Inspirasi Peremajaan Masjid Depok

Rama Sastra Negara dan TAPSSAM mengajar public speaking di masjid depok

Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga bisa menjadi ruang yang penuh kreativitas dan komunikasi. Dalam upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat pengembangan spiritual dan sosial, kegiatan Leadership Training for IREMA (Ikatan Remake Masjid) bertema “Membentuk Generasi Unggul dengan Public Speaking dan Literasi Digital” digelar di Masjid Al Marjan, Permata Depok Regency. Acara ini menawarkan pendekatan baru dalam menyampaikan pesan dakwah, yaitu melalui seni dan teknik komunikasi modern.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh DPD BKPRMI Kota Depok bekerja sama dengan DKM Al Marjan, DMI Kecamatan Cipayung, dan PRISMA Al Marjan. Tujuannya adalah untuk memberdayakan para remaja masjid agar mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan menarik. Dengan menghadirkan pembicara ternama seperti Rama Sastra Negara dan tim TAPSSAM Creative Learning, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mengubah paradigma dakwah yang selama ini sering dianggap monoton dan formal.

Rama Sastra Negara, seorang Communication Trainer dan penulis buku “Seni Public Speaking & Storytelling dengan Metode Akting”, mengajak peserta untuk memahami bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi merupakan seni penyampaian pesan yang bermakna dan berjiwa. Dengan metode akting, ia membantu peserta memadukan ekspresi tubuh, kejujuran batin, dan nilai-nilai spiritual Islam agar pesan dakwah terasa hidup dan menggugah hati. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak harus selalu formal, tetapi bisa menjadi seni yang menyentuh jiwa.

Selain Rama Sastra Negara, acara ini juga diisi oleh Faiz A. Jaya, S.I.Kom, sebagai Communication Mentor, dan Hendro Arrad Pulungan sebagai Vocal Trainer. Mereka memberikan materi tentang pentingnya komunikasi di era digital, serta latihan teknik vokal yang membantu peserta menemukan suara alami mereka dalam menyampaikan pesan dakwah. Selain itu, Ilham Khalid Setiawan dari Motionally juga memberikan wawasan tentang potensi teknologi seperti AI dan desain digital dalam mendukung dakwah yang lebih efektif dan luas jangkauannya.

Dari segi partisipasi, kegiatan ini berhasil menarik 80 peserta yang memadati aula Masjid Al Marjan. Peserta mendapatkan E-Sertifikat, konsumsi, doorprize, serta kesempatan untuk membangun jejaring dakwah digital lintas masjid. Banyak peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana berbicara bukan hanya tentang tampil, tetapi juga tentang tanggung jawab menyampaikan kebenaran dengan hati.

Program ini menjadi momentum penting bagi BKPRMI Kota Depok dalam mencetak kader masjid yang komunikatif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital dengan semangat dakwah yang penuh cinta. Melalui pelatihan ini, diharapkan para remaja masjid dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pendekatan Baru dalam Dakwah: Seni dan Teknik Komunikasi

Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyampaian pesan agama, kegiatan Leadership Training for IREMA menggunakan pendekatan seni dan teknik komunikasi modern. Pendekatan ini tidak hanya membantu peserta dalam memahami cara berbicara di depan publik, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyampaikan pesan dengan jiwa dan makna. Rama Sastra Negara, sebagai salah satu pembicara utama, menjelaskan bahwa public speaking adalah seni yang memadukan ekspresi tubuh, intonasi, dan kejujuran batin. Dengan metode akting, ia membantu peserta memahami bahwa berbicara di depan umum bukan sekadar tentang kemampuan verbal, tetapi juga tentang bagaimana hati dan jiwa ikut menyampaikan pesan tersebut.

Melalui sesi ini, peserta belajar bagaimana menghidupkan kata-kata dengan emosi dan makna. Hal ini sangat penting karena dalam dunia digital, pesan agama sering kali dianggap monoton dan kurang menarik. Dengan pendekatan seni, pesan dakwah bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi muda. Rama juga menekankan bahwa pesan agama harus disampaikan dengan kejujuran dan ketulusan, sehingga dapat menggugah hati dan pikiran orang-orang yang mendengarnya.

Selain itu, Faiz A. Jaya, S.I.Kom, sebagai Communication Mentor, menjelaskan pentingnya etika komunikasi di era digital. Dalam sesi ini, peserta diajarkan bagaimana menghindari kesalahan dalam berkomunikasi di media sosial, serta bagaimana menciptakan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai dan kedalaman. Dengan demikian, pesan agama yang disampaikan tidak hanya sampai kepada banyak orang, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata.

Hendro Arrad Pulungan, sebagai Vocal Trainer, memberikan latihan teknik vokal yang membantu peserta menemukan suara alami mereka dalam menyampaikan pesan. Ia menjelaskan bahwa vokal bukan sekadar alat bicara, tetapi energi yang membawa pesan. Dengan latihan pernapasan dan intonasi, peserta belajar bagaimana mengoptimalkan suara mereka agar lebih kuat dan berdampak. Hal ini sangat penting karena suara yang jelas dan penuh makna akan membuat pesan agama lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens.

Peran Teknologi dalam Dakwah Modern

Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi menjadi alat penting dalam menyebarkan pesan agama. Dalam kegiatan Leadership Training for IREMA, Ilham Khalid Setiawan, Motion Designer & Director di Motionally, memberikan wawasan tentang potensi teknologi seperti AI dan desain digital dalam mendukung dakwah yang lebih efektif dan luas jangkauannya. Ia menjelaskan bahwa teknologi tidak menggantikan dakwah, tetapi memperluas jangkauannya. Yang penting bukan viralnya, tapi nilainya. Dengan teknologi, pesan agama bisa disampaikan secara lebih cepat dan luas, namun tetap menjaga keikhlasan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ilham mengajak para remake masjid untuk menciptakan konten kreatif yang berdampak dan tetap berpijak pada keikhlasan dakwah. Dengan menggunakan teknologi, pesan agama bisa disampaikan dalam bentuk visual yang menarik dan mudah dipahami. Misalnya, video animasi, infografis, atau konten interaktif lainnya dapat digunakan untuk menjangkau generasi muda yang lebih familiar dengan media digital. Dengan demikian, pesan agama tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Selain itu, Ilham juga menjelaskan pentingnya memahami algoritma media sosial dalam menyebarkan pesan agama. Dengan memahami bagaimana konten bisa muncul di berbagai platform, para remake masjid dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan mereka. Namun, ia menekankan bahwa meskipun teknologi sangat penting, inti dari dakwah tetaplah kebenaran dan keikhlasan. Teknologi hanyalah alat, dan yang terpenting adalah bagaimana pesan agama disampaikan dengan benar dan tulus.

Dengan pendekatan ini, diharapkan para remake masjid dapat lebih kreatif dalam menyampaikan pesan agama, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mencapai audiens yang lebih luas. Dengan kombinasi antara seni, teknik komunikasi, dan teknologi, pesan agama bisa disampaikan dengan cara yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kolaborasi dan Dukungan dari Tokoh-Tokoh Terkemuka

Kegiatan Leadership Training for IREMA tidak hanya dihadiri oleh peserta dan pembicara, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh-tokoh terkemuka di wilayah Depok. Ust. Tommy Lukman, Ketua DKM Al Marjan PDR, Ust. H. Samullah, Ketua DMI Kecamatan Cipayung, Dr. Amsori Jayadi, M.Ag, Pembina IREMA, H. Hendra Saputra, M.Si, Motivator Kepemudaan, Untung Subekti, S.AB, Dirda LPPRMI, serta Ananda, Ketua PRISMA PDR, turut hadir dalam acara ini. Keberadaan para tokoh ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya dianggap penting oleh kalangan remaja masjid, tetapi juga mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.

Ust. Tommy Lukman mengapresiasi inisiatif DPD BKPRMI Kota Depok dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, para remaja masjid perlu diberdayakan agar mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan menarik. Ia juga menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi awal dari program-program serupa di masa depan.

Sementara itu, Ust. H. Samullah menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai komunitas dan lembaga dalam mengembangkan pemuda masjid. Ia mengatakan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh sumber daya, tetapi juga oleh kolaborasi dan komitmen bersama. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pelatihan ini dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Dr. Amsori Jayadi, M.Ag, sebagai pembina IREMA, menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan era digital. Ia menekankan bahwa pemuda masjid perlu diberikan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan para remaja masjid dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

H. Hendra Saputra, M.Si, sebagai motivator kepemudaan, juga menyampaikan dukungan atas pelatihan ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat cocok dengan tujuan pemberdayaan pemuda, terutama dalam hal pengembangan keterampilan komunikasi dan kreativitas. Dengan pelatihan ini, diharapkan para pemuda masjid dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan agama, serta mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitarnya.

Untung Subekti, S.AB, sebagai Dirda LPPRMI, juga mengapresiasi inisiatif DPD BKPRMI Kota Depok dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan visi dan misi LPPRMI dalam mengembangkan pemuda masjid. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pemuda masjid dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta mampu menjadi duta-duta yang mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan menarik.

Ananda, sebagai Ketua PRISMA PDR, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mengembangkan pemuda masjid yang mampu menghadapi tantangan era digital. Dengan pelatihan ini, diharapkan para pemuda masjid dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pesan agama, serta mampu berkontribusi dalam masyarakat sekitarnya.

Partisipasi dan Pengalaman Peserta

Kegiatan Leadership Training for IREMA berhasil menarik sebanyak 80 peserta yang memadati aula Masjid Al Marjan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk para remaja masjid, anggota IREMA, dan aktivis komunitas lokal. Dengan partisipasi yang cukup besar, kegiatan ini menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat terhadap pelatihan yang menawarkan pendekatan baru dalam menyampaikan pesan agama.

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga kesempatan untuk berlatih langsung melalui berbagai sesi praktis. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka mata mereka tentang bagaimana berbicara bukan hanya soal tampil, tetapi juga soal tanggung jawab menyampaikan kebenaran dengan hati. Mereka merasa lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini, dan berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, peserta juga mendapatkan E-Sertifikat, konsumsi, dan doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan untuk membangun jejaring dakwah digital lintas masjid. Dengan adanya jejaring ini, diharapkan para peserta dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam menyebarkan pesan agama secara lebih efektif dan luas.

Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertemu dengan para pembicara dan tokoh-tokoh terkemuka. Dengan interaksi langsung dengan para pembicara, peserta dapat bertanya dan mendapatkan wawasan tambahan tentang berbagai topik yang dibahas. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin lebih memahami cara menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan menarik.

Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan peserta dapat saling belajar dan memperluas wawasan mereka tentang berbagai aspek dalam penyampaian pesan agama. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun komunitas yang solid dan saling mendukung.

Langkah Kecil, Dampak Besar dalam Pemberdayaan Pemuda Masjid

Program Leadership Training for IREMA menjadi momen penting dalam upaya pemberdayaan pemuda masjid di Kota Depok. Dengan menggabungkan seni, teknik komunikasi, dan teknologi, program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membuka wawasan baru bagi peserta. Dengan demikian, diharapkan para pemuda masjid dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Langkah kecil yang diambil dalam pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan masyarakat. Dengan meningkatnya kemampuan komunikasi dan kreativitas, para pemuda masjid dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mereka juga dapat menjadi duta-duta yang mampu menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi awal dari berbagai program serupa yang diharapkan dapat dilaksanakan di masa depan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pelatihan ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh komunitas lain. Dengan demikian, upaya pemberdayaan pemuda masjid dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang nyata.

Dalam rangka memperluas jangkauan pelatihan, DPD BKPRMI Kota Depok juga membuka kesempatan bagi sekolah, masjid, atau komunitas lain untuk melakukan kolaborasi. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelatihan dapat mencapai lebih banyak peserta dan memberikan dampak yang lebih luas. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi pelatihan satu kali, tetapi menjadi awal dari proses pengembangan yang berkelanjutan.

Informasi dan Kerja Sama Pelatihan

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan "The Art of Public Speaking & Storytelling with Acting Method", masyarakat dapat menghubungi TAPSSAM Creative Learning melalui email tapssamindonesia@gmail.com atau mengikuti akun media sosial mereka di Instagram @rama_sastra dan Facebook R Rama Sastra Negara. Lokasi pelatihan ini berada di Bogor, Indonesia. Dengan adanya informasi ini, diharapkan lebih banyak pihak dapat bergabung dan memanfaatkan pelatihan yang menawarkan pendekatan baru dalam menyampaikan pesan agama.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti update berita terbaru melalui WhatsApp Channel kilasmerdeka.com. Dengan adanya channel ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga dan komunitas. Dengan demikian, pelatihan dan program lainnya dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pemuda masjid dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan agama, serta mampu menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan kombinasi antara seni, teknik komunikasi, dan teknologi, pesan agama dapat disampaikan dengan cara yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Type above and press Enter to search.