GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Program Pelatihan UPTD DLK Kabupaten Tangerang: Jembatan Menuju Keterampilan dan Kesejahteraan

Rizki Dwi Febriansyah, Mahasiswa Universitas Pamulang Serang.

Portal Demokrasi, Opini - Program pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh UPTD Dinas Latihan Kerja (DLK) Kabupaten Tangerang memegang peranan krusial sebagai katalisator dalam pengembangan kapabilitas humanis angkatan kerja lokal. Secara akademis, dampak program ini tidak hanya diukur dari kuantitas sertifikat yang diterbitkan, melainkan dari sejauh mana kurikulum dan modul pelatihan yang ditawarkan mampu menjembatani kesenjangan (skill gap) antara kompetensi lulusan dengan tuntutan riil pasar kerja, terutama di sektor industri manufaktur, jasa, dan ekonomi kreatif yang dinamis di Tangerang. Efektivitas pelatihan tercermin dalam peningkatan kecakapan teknis (hard skills) dan kecakapan non-teknis (soft skills) peserta. Peningkatan ini merupakan prasyarat fundamental yang memungkinkan para peserta pelatihan bertransformasi dari sekadar pencari kerja (job seeker) menjadi sumber daya manusia yang memiliki daya saing intrinsik dan siap diintegrasikan ke dalam ekosistem produktif. Oleh karena itu, investasi waktu dan sumber daya dalam program ini secara inheren merupakan sebuah intervensi strategis untuk memodernisasi modal sosial.

Dampak peningkatan keterampilan secara langsung beresonansi pada potensi peningkatan kesejahteraan ekonomi peserta. Berdasarkan prinsip ekonomi, peningkatan kompetensi profesional setara dengan peningkatan nilai tambah marjinal tenaga kerja, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya tawar upah di bursa tenaga kerja. Bagi peserta yang berhasil memasuki dunia kerja formal, pelatihan ini berfungsi sebagai pintu akselerasi menuju pekerjaan yang layak (decent work) dan jaminan pendapatan yang stabil. Sementara itu, bagi peserta yang memilih jalur wirausaha, pembekalan keterampilan teknis dan manajerial dalam pelatihan menjadi modal awal substantif untuk memulai usaha mandiri, yang berimplikasi pada penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal. Dengan demikian, program UPTD DLK bukan sekadar mekanisme penyaluran tenaga kerja, tetapi merupakan instrumen kebijakan yang memiliki multiplikator ekonomi yang signifikan, berperan aktif dalam mereduksi tingkat pengangguran struktural dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Tangerang.

Meskipun dampak program pelatihan UPTD DLK Kabupaten Tangerang terbukti signifikan dalam meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan, keberlanjutan dan relevansinya memerlukan optimasi berkelanjutan. Untuk menjaga agar program tetap responsif terhadap perubahan teknologi yang masif (seperti era Industri 4.0), diperlukan sinergi yang lebih erat dan institusional antara UPTD DLK dengan asosiasi industri, kamar dagang, dan lembaga pendidikan tinggi vokasi. Kolaborasi ini esensial untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara periodik (curriculum adjustment) berdasarkan hasil pelacakan lulusan (tracer study) dan proyeksi kebutuhan kompetensi di masa depan. Selain itu, aspek pemagangan terstruktur (structured apprenticeship) harus diperkuat guna memberikan pengalaman kerja yang autentik, sehingga transisi dari lingkungan pelatihan ke lingkungan kerja nyata dapat berlangsung mulus. Penguatan aspek-aspek ini akan memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program pelatihan UPTD DLK tidak hanya menghasilkan peserta yang terampil, tetapi juga agen-agen perubahan yang secara proaktif mampu meningkatkan harkat dan kualitas hidup mereka sendiri, sekaligus berkontribusi pada kemajuan daerah.



Dosen pengampu :Angga rosidin .S.A.P. M.I.P

*) Penulis adalah Rizki Dwi Febriansyah, Mahasiswa Universitas Pamulang Serang.

Type above and press Enter to search.