GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

KMMB Ultimatum KPK: Bongkar Jaringan Rokok Ilegal hingga ke Akar

Massa KMMB menggelar aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, menuntut pengusutan mafia rokok ilegal dan pemeriksaan H. Mukmin Sumenep.

Jakarta
- Korps Muda Madura Bersatu (KMMB) terhadap kinerja penegakan hukum dalam kasus dugaan mafia rokok ilegal di Madura dengan Aksi Demonstrasi depan KPK.

Dalam rilis aksinya, mereka menuding ada potensi ketimpangan penanganan perkara dan memperingatkan agar aparat tidak bermain aman dengan hanya menyasar pihak-pihak kecil juga memeriksa mafia rokok ilegal seperti Haji Mukmin.

KMMB menegaskan, praktik rokok ilegal dan dugaan permainan pita cukai bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan terstruktur yang disebut-sebut telah menggerus penerimaan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Mereka menilai, jika penindakan hanya berhenti pada satu atau dua nama, maka itu sama saja dengan membiarkan aktor besar tetap berlindung di balik sistem.

Sorotan tajam diarahkan kepada H. Mukmin Sumenep yang secara terbuka disebut dalam rilis sebagai pihak yang patut diperiksa terkait dugaan produksi rokok ilegal dan praktik “ternak” pita cukai.

KMMB bahkan mendorong agar dugaan tersebut tidak hanya dilihat sebagai pelanggaran cukai, tetapi juga ditarik ke ranah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) apabila ditemukan aliran dana mencurigakan.

Dalam aksi tersebut, Koordinator aksi, Farisi Harel, menyampaikan sejumlah pernyataan keras yang menyasar langsung aparat penegak hukum yang dinilai lamban tanangi kasus rokok ilegal.

“Jangan jadikan hukum sebagai alat pilih kasih. Kalau berani, bongkar semua! Jangan hanya tangkap pemain kecil sementara aktor besarnya dibiarkan bebas,” teriak Faris.

Ia juga menegaskan bahwa publik sudah muak dengan penanganan kasus yang dinilai setengah hati.

“Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh tindakan! Kalau KPK serius, turun sekarang juga ke Madura dan buktikan tidak ada yang kebal hukum!” ujarnya lantang.

Seruan lain juga menyoroti dugaan praktik pencucian uang dalam bisnis ilegal tersebut.

“Kalau ada aliran uang haram yang disamarkan, kejar sampai ke lubang semut! Jangan beri ruang bagi mafia untuk menyembunyikan hasil kejahatannya,” lanjutnya.

KMMB juga menantang KPK untuk membuktikan independensinya dengan segera turun ke Sumenep, Madura, untuk memeriksa Haji Mukmin dan menyisir Sumenep karena disebut sebagai salah satu titik krusial dalam rantai peredaran rokok ilegal.

"Saya desak KPK untuk turun ke Sumenep untuk memeriksa keterlibatan Haji Mukmin" tagas Faris.

Mereka menilai, langkah konkret di lapangan akan menjadi ujian apakah hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.

Dalam tuntutannya, KMMB mendesak KPK segera menangkap dan memeriksa H. Mukmin, serta mengusut tuntas seluruh jaringan bisnis ilegal yang diduga terlibat.

Mereka menegaskan, kegagalan menindak secara menyeluruh hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa hukum masih tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Aksi tersebut ditutup dengan peringatan keras dari orator.

“Kalau hukum terus tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka kami yang akan terus bersuara. Negara tidak boleh kalah oleh mafia" Pungkasnya.

Faris menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan adil, sekaligus memastikan kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.

Type above and press Enter to search.