GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

PASPARTO: Dari Pasuruan, Sebuah Ekosistem Baru Seni Pertunjukan Alternatif Sedang Diperjuangkan

PASPARTO

Portal Demokrasi, Pasuruan, Juni 2026
— Ketika pusat-pusat kebudayaan terus dipersempit oleh logika konsentrasi dan sorotan hanya tertuju pada kota-kota tertentu, praktik seni di berbagai daerah terus bergerak, membangun kemungkinan dari bawah, dan menjaganya.

Dari semangat itulah PASPARTO (Pasuruan Performing Art Organizer) hadir, digagas oleh pegiat seni muda, yakni Hikam Fadli, CholsVerde, Thoriqul Huda, Aulianandars/Chika, Raga Rahmat, Yoga, dan Maudy Berliannita.

Mereka bertujuh juga mendapat dukungan dari jaringan komunitas, sanggar, ruang kreatif, media, serta mitra pegiat seni dan budaya, seperti Neat Project Yogyakarta, Sanggar Seni Dharma Budaya Pasuruan, Kanca Co Space, Komunitas Saung Gaung Jawa Timur, Solah Cungrang Kabupaten Pasuruan, Komunitas Garis Berlayar Kota Pasuruan, Paravan Art Performance, Seputar Pasuruan, dan Panjak Top Production.

Bukan sekadar acara pertunjukan. Bukan hanya panggung temporer. PASPARTO lahir sebagai sebuah ikhtiar kolektif serta platform seni untuk menghadirkan ruang hidup bagi seni pertunjukan alternatif lintas disiplin dan wilayah, serta menjadi momentum ketika gagasan estetis dipertemukan, karya dipertukarkan, dan hubungan antarmanusia dibangun melalui pengalaman artistik.

Pada kesempatan pertama ini, Pasparto #1 melihat perjalanan seni bukan sebagai perpindahan lokasi, melainkan pembentukan jejaring pengetahuan, pengalaman, dan keberanian untuk saling membuka ruang.

Pada 16 Juni 2026 di Kanca Co Space, Pasuruan, PASPARTO akan hadir mempertemukan praktik artistik dari berbagai wilayah:

— Sanggar Seni Dharma Budaya (Pasuruan)
— Panjak Top Production × Garis Berlayar (Pasuruan)
— Maulrav Art (Semarang)
— Neat Project/Tour (Yogyakarta)

Pertemuan ini menjadi penting karena lahir di saat seni pertunjukan menghadapi tantangan yang semakin kompleks: ruang yang terbatas, ekosistem yang rapuh, serta kebutuhan untuk terus menciptakan model kerja baru yang lebih kolektif, terbuka, dan berkelanjutan.

PASPARTO mengambil posisi yang tegas: bahwa daerah di luar pusat bukan penonton dalam peta kebudayaan.

"Daerah di luar pusat adalah ruang produksi gagasan, ruang penciptaan estetika, dan tempat lahirnya beragam kemungkinan...."

Pasuruan bukan hanya ruang transit.
Pasuruan adalah ruang produksi yang menjunjung toleransi dan keberagaman.

Di sini, seni dipahami bukan sebagai komoditas sesaat, tetapi sebagai praktik sosial yang mampu membangun toleransi, memperluas imajinasi, dan menciptakan hubungan yang lebih egaliter antarwilayah.

Melalui seni gerak, tubuh menjadi arsip.
Melalui pertunjukan, ruang menjadi peristiwa.
Melalui perjumpaan, kebudayaan dipertemukan dengan masanya.

PASPARTO membuka kemungkinan agar seniman tidak hanya hadir untuk tampil, tetapi untuk tinggal dalam percakapan, membangun jejaring, dan menciptakan keberlanjutan.

Sebab kebudayaan tidak lahir dari pusat.
Kebudayaan lahir dari banyak titik yang terus bergerak.

PASPARTO — Pasuruan Performing Art Organizer

Platform seni pertunjukan alternatif, seni gerak bertemu, gagasan berlayar, dan karya menemukan ruangnya.

Media Contact

Hikam Fadli / Pimpinan PASPARTO
+62 857-3053-4145
Instagram: @pasparto.id

Type above and press Enter to search.