Di tengah perayaan Hari Ibu ke-96 yang digelar di Kabupaten Sleman, terdapat momen unik yang menarik perhatian masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi perempuan tetapi juga menyajikan ritual ‘wisuda’ yang tak biasa. Tidak seperti kegiatan biasanya, acara ini menghadirkan para peserta kelas yang telah mengikuti program pemberdayaan perempuan dan kini resmi diwisuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran gender dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Program yang diberi nama Putaran Sumringah ini diluncurkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman. Tujuannya adalah untuk memberdayakan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan yang mencakup berbagai topik seperti pemahaman gender, isu gender, serta simulasi keluarga sadar gender. Selama kurun waktu 3 September hingga 22 Oktober 2024, sebanyak 15 peserta dari berbagai wilayah di Sleman mengikuti program ini.
Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi para alumni Putaran Sumringah untuk menjadi agen perubahan dan mendukung enam SIAP (Suara Aksi Perempuan Pelopor). Mereka diharapkan dapat memberikan dampak positif baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat secara umum. Dengan adanya program ini, perempuan di Sleman diharapkan lebih tangguh, berdaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Kelas Putaran Sumringah: Program Pemberdayaan Perempuan yang Menyentuh Hati
Putaran Sumringah bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah inisiatif yang bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya kesetaraan gender kepada perempuan. Melalui program ini, peserta diajarkan tentang hak-hak perempuan, peran mereka dalam keluarga, serta bagaimana menjadi perempuan yang mandiri dan percaya diri.
Dalam proses pembelajaran, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar melalui studi kasus dan simulasi. Misalnya, mereka diajak untuk memahami dinamika keluarga yang memiliki kesadaran gender, sehingga bisa mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang sering dialami perempuan dalam lingkungan rumah tangga.
Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam masyarakat. Dari sini, peserta diharapkan mampu menjadi teladan dan motivator bagi sesama perempuan. Mereka juga didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, sehingga bisa menjadi bagian dari perubahan besar yang terjadi di masyarakat.
Apa Kata Peserta?
Salah satu peserta yang ikut dalam program Putaran Sumringah adalah Rita Mulyandari, S.T, M.T. Sebagai seorang dosen dan Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil di Universitas Madani, Rita mengaku merasa beruntung bisa mengikuti program ini. Meski sibuk dengan tugas akademiknya, ia tetap antusias untuk terus belajar dan berkembang.
Menurut Rita, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi para peserta, terutama mereka yang masih terjebak dalam budaya patriarki. Dengan mengikuti program ini, para perempuan bisa lebih memahami hak-hak mereka dan bagaimana menjadi perempuan yang lebih kuat dan mandiri.
Selain Rita, ada juga Kartini dari Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah. Ia menegaskan bahwa perempuan harus bebas mengemukakan pendapat dan dihargai. Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam politik, hukum, dan pembangunan negara.
Kartini mengatakan bahwa program Putaran Sumringah memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan menunjukkan potensi mereka. Dengan begitu, perempuan tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek utama dalam berbagai aspek kehidupan.
Kedepan: Inisiasi Gerakan Perempuan SIAP PINTAR dan SIAP EKONOMI
Setelah mengikuti program Putaran Sumringah, Rita dan peserta lainnya berencana untuk menginisiasi gerakan perempuan yang lebih luas. Dalam hal ini, Rita akan mengambil peran sebagai penggerak gerakan perempuan SIAP PINTAR dan SIAP EKONOMI.
SIAP PINTAR dan SIAP EKONOMI adalah dua inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pendidikan dan ekonomi. Dengan SIAP PINTAR, perempuan akan diberikan akses terhadap pendidikan yang lebih baik, sedangkan SIAP EKONOMI akan membantu perempuan dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Saat ini, Rita sedang menyiapkan dua program utama, yaitu Perempuan CAHAYA (Cinta Jahit & Berkarya) dan Perempuan PERMATA (Perempuan Maju di Era Teknologi & Aplikasi). Kedua program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan kesempatan bagi perempuan dalam bidang kerajinan dan teknologi.
Dengan adanya program ini, diharapkan perempuan di Sleman tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga penggerak perubahan yang signifikan dalam masyarakat.
Partisipasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Acara wisuda peserta Putaran Sumringah tidak hanya dihadiri oleh peserta dan para perempuan, tetapi juga oleh beberapa tokoh penting. Salah satunya adalah Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi. Ia hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh P3AP2KB Sleman.
Selain itu, hadir juga Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Wildan Sholichin, S.IP, M.T. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya pemberdayaan perempuan. Ia berharap agar program ini bisa terus dikembangkan dan diadopsi oleh daerah-daerah lain.
Partisipasi dari berbagai pihak ini menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan semakin dianggap penting dalam masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai kalangan, diharapkan perempuan bisa lebih leluasa dalam mengejar mimpi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun program Putaran Sumringah telah memberikan dampak positif, masih ada tantangan yang dihadapi oleh perempuan di Sleman. Salah satu tantangan utama adalah budaya patriarki yang masih melekat dalam masyarakat. Hal ini membuat banyak perempuan sulit untuk bersuara dan mengekspresikan diri.
Namun, dengan adanya program seperti Putaran Sumringah, diharapkan perempuan bisa mulai membangun kesadaran dan kepercayaan diri. Selain itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung partisipasi perempuan.
Harapan besar di masa depan adalah agar perempuan di Sleman bisa lebih maju, mandiri, dan mampu berperan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan bangsa.
Kesimpulan
Program Putaran Sumringah adalah langkah penting dalam upaya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sleman. Melalui program ini, perempuan tidak hanya diberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga diberi ruang untuk berkembang dan menjadi agen perubahan.
Dengan adanya acara wisuda yang digelar dalam peringatan Hari Ibu ke-96, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan kesejahteraan perempuan.
Melalui inisiatif seperti Putaran Sumringah, diharapkan perempuan di Sleman bisa lebih tangguh, berdaya, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.