GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Dosen UNADA Berhasil Gelar Monev Internal PKM 2025, Kembangkan Produk Herbal Melalui Platform Digital

Dosen UNADA melaksanakan monitoring and evaluation kegiatan PKM 2025 di ruang rapat kampus

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) merupakan salah satu program penting yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi digital, banyak dosen dan mahasiswa mencoba memadukan inovasi dengan kearifan lokal agar dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Salah satu contoh sukses adalah kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh Tim Dosen Universitas Negeri Aceh (UNADA) pada tahun 2025. Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam meningkatkan kemampuan pemasaran produk lokal, tetapi juga mengajarkan mereka cara menggunakan platform digital secara efektif. Melalui program ini, masyarakat Gampong Cot Kunyet di Kabupaten Pidie, Aceh, mendapatkan pelatihan tentang pengelolaan akun e-commerce, desain konten promosi, serta manfaat dari pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis.

Kegiatan PKM yang diberi judul “Program Ekonomi Kreatif: Strategi Pengembangan Pemasaran Produk Ethnobotany melalui Platform E-Commerce terhadap Masyarakat Gampong Cot Kunyet Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie” telah berhasil menarik perhatian banyak pihak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian evaluasi internal yang dilakukan oleh Tim PKM UNADA. Dalam acara Monitoring and Evaluation (Monev) Internal tersebut, para reviewer memberikan masukan yang positif terhadap pelaksanaan PKM. Mereka menyampaikan apresiasi atas kesuksesan tim dalam menjalankan program sesuai dengan aturan dan skema yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI). Hal ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan oleh dosen UNADA tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh institusi pendidikan nasional.

Selain itu, kegiatan PKM ini juga memiliki dampak jangka panjang yang sangat signifikan. Para peserta pelatihan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang penggunaan platform digital, tetapi juga diberikan alat dan sumber daya untuk membangun usaha mandiri. Misalnya, Tim PKM UNADA telah merancang website e-commerce bernama https://umkmcotkunyet.com yang akan digunakan oleh masyarakat setempat sebagai media promosi dan penjualan produk herbal. Selain itu, mereka juga menghasilkan beberapa luaran seperti buku panduan, artikel ilmiah, dan produk rimpang yang dikemas secara modern. Semua hasil ini diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM di daerah tersebut. Dengan demikian, kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh dosen UNADA tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga memiliki potensi untuk berdampak secara berkelanjutan dalam perekonomian masyarakat Gampong Cot Kunyet.

Pelaksanaan PKM 2025: Strategi Pemasaran Produk Herbal melalui Digital

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA pada tahun 2025 berfokus pada penguatan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan platform digital. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu masyarakat Gampong Cot Kunyet, Kabupaten Pidie, Aceh, dalam meningkatkan pemasaran produk ethnobotany seperti kunyit, jahe, dan serai. Produk-produk ini merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi sering kali kurang dikenal oleh pasar luas. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari Tim PKM UNADA, masyarakat setempat dapat lebih memahami cara mengelola akun e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, serta meningkatkan keterampilan dalam pengemasan dan promosi produk.

Pelaksanaan PKM dilakukan secara langsung di lapangan, dengan fokus pada pemberdayaan pemuda dan pemudi gampong. Para peserta pelatihan diajarkan cara mengunggah produk, membuat konten promosi yang menarik, dan menggunakan teknik fotografi dasar dengan ponsel agar tampilan produk lebih menarik. Selain itu, mereka juga diberikan materi tentang penggunaan kata-kata persuasif, hashtag populer, dan strategi harga yang kompetitif. Dengan demikian, produk herbal asli Gampong Cot Kunyet tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar digital.

Salah satu inisiatif utama dari PKM ini adalah pembuatan website e-commerce bernama https://umkmcotkunyet.com. Website ini dirancang khusus untuk masyarakat Gampong Cot Kunyet sebagai wadah untuk mempromosikan dan menjual produk herbal mereka. Dengan adanya platform digital ini, masyarakat tidak hanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga bisa meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen. Selain itu, website ini juga akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dalam bisnis.

Hasil dan Luaran dari Kegiatan PKM 2025

Dari pelaksanaan PKM 2025 yang dilakukan oleh Tim Dosen UNADA, terdapat beberapa hasil dan luaran yang sangat signifikan. Pertama, masyarakat Gampong Cot Kunyet telah diberikan pelatihan yang cukup lengkap tentang pemanfaatan platform digital dalam pemasaran produk. Dengan pelatihan ini, mereka mampu mengelola akun e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop secara mandiri. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana membuat konten promosi yang menarik dan mengatur harga produk secara kompetitif.

Kedua, Tim PKM UNADA berhasil merancang sebuah website e-commerce bernama https://umkmcotkunyet.com yang akan digunakan sebagai media promosi dan penjualan produk herbal. Website ini dirancang dengan tampilan yang menarik dan mudah digunakan, sehingga masyarakat setempat dapat dengan mudah memasarkan produk mereka. Selain itu, website ini juga akan menjadi sarana informasi bagi masyarakat tentang cara menggunakan platform digital dalam bisnis.

Ketiga, Tim PKM UNADA juga berhasil menghasilkan beberapa luaran lain yang mendukung pengembangan UMKM di Gampong Cot Kunyet. Salah satunya adalah produk rimpang yang telah dikemas dengan tampilan yang lebih modern dan menarik. Produk ini diberi nama ‘Rimpang Nusantara’ dan diharapkan dapat menarik minat konsumen yang lebih luas. Selain itu, Tim PKM juga menyusun buku panduan yang berjudul “Etnobotani: Tumbuhan Rimpang Masyarakat Aceh” sebagai bahan literasi dan edukasi bagi masyarakat.

Keempat, Tim PKM UNADA juga berhasil mempublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal bereputasi yang terakreditasi SINTA 4 dan SINTA 5. Artikel-artikel ini berisi informasi tentang manfaat dan potensi produk ethnobotany dari Gampong Cot Kunyet, serta strategi pemasaran melalui platform digital. Dengan publikasi ini, kegiatan PKM yang dilakukan oleh dosen UNADA tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam dunia akademis dan penelitian.

Penilaian dan Masukan dari Tim Reviewer

Setelah kegiatan PKM 2025 selesai dilaksanakan, Tim PKM UNADA melakukan Monitoring and Evaluation (Monev) Internal untuk mengevaluasi hasil dan dampak dari kegiatan tersebut. Dalam acara Monev ini, hadir dua orang reviewer yaitu Dr. Mardhatillah, M.Pd dan Dr. Slamet Arifin, M.Pd, yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri Malang. Mereka memberikan penilaian dan masukan terhadap pelaksanaan PKM yang dilakukan oleh Tim Dosen UNADA.

Dr. Mardhatillah, salah satu reviewer utama, menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan PKM yang dilakukan oleh Tim Dosen UNADA. Menurutnya, kegiatan ini telah dilaksanakan sesuai dengan aturan, beban, skema, dan dateline yang telah ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI). Ia juga mengakui bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak yang cukup signifikan kepada masyarakat Gampong Cot Kunyet, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dan literasi digital masyarakat dalam memasarkan produk herbal mereka.

Selain itu, Dr. Mardhatillah juga menyampaikan harapan agar kegiatan pengabdian ini dapat berdampak secara berkelanjutan terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Gampong Cot Kunyet-Pidie. Ia berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti di akhir pelaksanaannya, tetapi juga terus berlanjut dan berkembang dalam bentuk program-program serupa. Ia juga memberikan semangat kepada Tim PKM UNADA agar terus bersemangat dalam menabur kebajikan dan kebermanfaatan kepada masyarakat Aceh melalui program-program serupa.

Dampak Jangka Panjang dari Program PKM 2025

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA pada tahun 2025 memiliki dampak jangka panjang yang sangat signifikan. Salah satu dampak utama adalah peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemasaran produk. Dengan pelatihan yang diberikan, masyarakat Gampong Cot Kunyet tidak hanya mampu mengelola akun e-commerce secara mandiri, tetapi juga mampu membuat konten promosi yang menarik dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar digital.

Selain itu, keberadaan website e-commerce bernama https://umkmcotkunyet.com juga memberikan dampak positif dalam perekonomian masyarakat. Website ini menjadi wadah untuk mempromosikan dan menjual produk herbal yang berasal dari Gampong Cot Kunyet. Dengan adanya platform digital ini, masyarakat tidak hanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga bisa meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen.

Selain itu, kegiatan PKM ini juga memberikan dampak dalam bidang pendidikan dan literasi. Buku panduan yang disusun oleh Tim PKM UNADA berjudul “Etnobotani: Tumbuhan Rimpang Masyarakat Aceh” menjadi sumber informasi yang berguna bagi masyarakat dan pelaku usaha. Selain itu, publikasi artikel ilmiah pada jurnal bereputasi juga menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam dunia akademis dan penelitian.

Dengan demikian, kegiatan PKM 2025 yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga memiliki potensi untuk berdampak secara berkelanjutan dalam perekonomian dan pendidikan masyarakat Gampong Cot Kunyet. Diharapkan, program ini dapat terus dikembangkan dan diperluas agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkannya.

Inovasi dan Teknologi dalam Peningkatan Pemasaran Produk Lokal

Dalam era digital saat ini, inovasi dan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan pemasaran produk lokal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA pada tahun 2025 mencerminkan upaya untuk memadukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop untuk memasarkan produk herbal dari Gampong Cot Kunyet. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari Tim PKM UNADA, masyarakat setempat mampu mengelola akun e-commerce secara mandiri, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, penggunaan teknik fotografi sederhana dengan ponsel juga menjadi bagian dari inovasi yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini. Masyarakat diajarkan cara mengambil foto produk yang menarik dan profesional, sehingga dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar digital. Selain itu, mereka juga diberikan materi tentang desain konten promosi yang efektif, termasuk penggunaan kata-kata persuasif, hashtag populer, dan strategi harga yang kompetitif. Dengan demikian, produk herbal yang dipasarkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di pasar digital.

Selain inovasi dalam pemasaran, kegiatan PKM ini juga menciptakan platform digital baru yang dapat digunakan oleh masyarakat Gampong Cot Kunyet. Website e-commerce bernama https://umkmcotkunyet.com dirancang khusus untuk masyarakat setempat sebagai wadah untuk mempromosikan dan menjual produk herbal mereka. Dengan adanya platform ini, masyarakat tidak hanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga bisa meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen.

Dengan demikian, kegiatan PKM 2025 yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk lokal, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi di kalangan masyarakat. Diharapkan, program ini dapat terus dikembangkan dan diperluas agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkannya.

Kontribusi Akademis dan Edukasi dari Kegiatan PKM 2025

Selain memberikan dampak langsung dalam perekonomian masyarakat, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA pada tahun 2025 juga memberikan kontribusi dalam dunia akademis dan edukasi. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah penyusunan buku panduan yang berjudul “Etnobotani: Tumbuhan Rimpang Masyarakat Aceh”. Buku ini berisi informasi tentang keanekaragaman tumbuhan rimpang yang ada di wilayah Aceh, serta manfaat dan potensinya dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan dan ekonomi. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan peneliti yang tertarik dengan topik etnobotani.

Selain buku panduan, Tim PKM UNADA juga berhasil mempublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal bereputasi yang terakreditasi SINTA 4 dan SINTA 5. Artikel-artikel ini berisi analisis tentang manfaat dan potensi produk ethnobotany dari Gampong Cot Kunyet, serta strategi pemasaran melalui platform digital. Publikasi ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM yang dilakukan oleh dosen UNADA tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam dunia akademis dan penelitian.

Selain itu, kegiatan PKM ini juga memberikan dampak dalam bidang pendidikan dan literasi. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan yang diberikan, masyarakat Gampong Cot Kunyet tidak hanya meningkatkan kemampuan pemasaran produk, tetapi juga meningkatkan literasi digital. Mereka belajar bagaimana menggunakan teknologi digital dalam bisnis, termasuk mengelola akun e-commerce, membuat konten promosi, dan meningkatkan daya saing produk. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memberikan dampak pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan kontribusi akademis dan edukasi yang signifikan, kegiatan PKM 2025 yang dilaksanakan oleh Tim Dosen UNADA tidak hanya berdampak pada masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam dunia penelitian dan pendidikan. Diharapkan, program ini dapat terus dikembangkan dan diperluas agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkannya.

Type above and press Enter to search.