
Comminfest 2025, sebuah acara tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (HMPS Ilkom UAJY), kembali hadir dengan mengangkat isu penting tentang stunting dan gizi buruk. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi mahasiswa ilmu komunikasi, tetapi juga menjadi wadah untuk menyebarkan kesadaran akan permasalahan sosial yang sering kali terabaikan. Dengan tema "Growth" yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2: Zero Hunger, Comminfest 2025 menunjukkan betapa pentingnya peran komunikasi dalam membangun kesadaran masyarakat.
Acara ini memasuki tahun ke-10 sejak pertama kali diadakan, dan semakin berkembang dari segi peserta maupun kontribusi. Tahun ini, sebanyak 103 tim dari 33 universitas di seluruh Indonesia turut serta dalam kompetisi nasional yang digelar. Peserta berasal dari institusi ternama seperti Universitas Indonesia, UGM, Unpad, hingga Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, Comminfest 2025 juga didukung oleh berbagai sponsor dan media partner seperti Media Indonesia dan Komako UGM, yang membantu memperluas jangkauan acara.
Ketua panitia, Cory Artha Hermawan, menjelaskan bahwa tema "Growth" dipilih karena isu kelaparan dan malnutrisi masih kurang mendapat perhatian dari media. Padahal, dampaknya sangat besar terhadap masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa Comminfest hadir untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam berkontribusi melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Dengan begitu, acara ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan pengembangan diri.
Peran Mahasiswa dalam Membangun Kesadaran Sosial
Pembukaan Comminfest 2025 dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Wakil Dekan FISIP UAJY, Desi Cempaka Putri, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Irene Santika Vidiadari, dan dosen pembimbing Caecilia Santi. Mereka semua menekankan pentingnya peran mahasiswa komunikasi sebagai agen perubahan sosial. Menurut Irene, stunting bukan hanya soal tubuh pendek, tetapi juga mencerminkan ketimpangan sistemik yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai bahwa komunikasi harus digunakan sebagai alat untuk memperbaiki situasi tersebut.
Caecilia Santi menambahkan bahwa Comminfest adalah wadah berpikir kritis dan refleksi diri, bukan sekadar kompetisi. Ia berharap para peserta mampu merancang kampanye komunikasi yang solutif dan berdampak nyata. Dengan demikian, acara ini tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga pada masyarakat luas yang menjadi target kampanye.
Selain sambutan dari para tokoh, pembukaan Comminfest 2025 juga dimeriahkan oleh penampilan Marching Band Atma Jaya (MBA), tari tradisional dari Komunitas Tari UAJY, dan band Nawasena yang membawakan lagu “Jogja Istimewa”. Suasana hangat dan penyambutan yang meriah berhasil menghilangkan ketegangan para peserta menjelang final. Salah satu peserta dari Universitas Indonesia, Muhammad Ziaulhaq, menyebut bahwa penampilan band, apalagi lagu Koyo Jogja Istimewa, membuat suasana rileks dan menyenangkan.
Berbagai Kategori Kompetisi yang Mengedepankan Solusi
Comminfest 2025 tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang untuk membangun kesadaran dan pemahaman kolektif mengenai isu stunting. Melalui berbagai kategori lomba seperti The Prime (PR Campaign), Lumens, Broday, Artriwara, dan RAC, diharapkan para peserta mampu menghasilkan kampanye komunikasi yang solutif dan berdampak. Setiap kategori memiliki fokus yang berbeda, mulai dari kampanye publik relasi hingga iklan, siaran radio, dan jurnalistik.
Berikut adalah juara dari setiap mata lomba:
- The Prime (PR Campaign)
- Bonbin – Universitas Gadjah Mada (UGM)
- S + Team – Universitas Padjadjaran (Unpad)
-
Nutryzy – Universitas Indonesia (UI)
-
Lumens (Advertising)
- Menyalaaa – Universitas Kristen Petra
- Sectumsempra – Universitas Negeri Surabaya
-
Tirakat – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)
-
Broday (Broadcasting)
- Tahu Isi – Universitas Negeri Surabaya
- MTS – Universitas Gadjah Mada (UGM)
-
X-Pose – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)
-
Artriwara (Jurnalistik & Infografis)
- Wonder Woman – Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Tumbuh Sehat – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)
-
Team Inar – Universitas Padjadjaran (Unpad)
-
RAC (Radio Announcer Competition)
- Merica (Meriah dan Ceria) – Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Gema Harmoni – Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Too Stunned to Speak – Universitas Gadjah Mada (UGM)
Dalam acara ini juga disajikan berbagai pertunjukan, seperti fashion show busana adat, penampilan paduan suara mahasiswa, hingga penghargaan best dress. Semua elemen ini memperkaya pengalaman peserta dan penonton, sehingga acara tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga menyenangkan secara keseluruhan.
Komitmen Bersama untuk Membangun Generasi Indonesia yang Sehat dan Cerdas
Comminfest 2025 ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menggunakan kekuatan komunikasi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Acara ini menjadi bukti bahwa mahasiswa komunikasi tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif dalam mengambil peran dalam memecahkan masalah sosial. Dengan mengangkat isu stunting, mereka menunjukkan bahwa komunikasi bisa menjadi alat perubahan yang kuat dan efektif.
Lebih dari itu, Comminfest 2025 juga menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi bisa berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat. Dengan melibatkan banyak pihak, termasuk universitas, sponsor, dan media, acara ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pendidikan dan masyarakat. Dengan begitu, tidak hanya peserta yang mendapatkan manfaat, tetapi juga masyarakat luas yang menjadi target kampanye.
Masa Depan Komunikasi dalam Pemecahan Masalah Sosial
Dari segi peran komunikasi dalam pemecahan masalah sosial, Comminfest 2025 menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya sekadar alat informasi, tetapi juga alat perubahan. Dengan membangun kesadaran dan meningkatkan pemahaman, komunikasi bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan solusi. Ini membuktikan bahwa komunikasi tidak hanya relevan dalam dunia bisnis atau hiburan, tetapi juga sangat penting dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Oleh karena itu, acara seperti Comminfest 2025 perlu terus dikembangkan dan diadakan secara rutin. Dengan begitu, mahasiswa komunikasi dapat terus dilatih untuk menjadi agen perubahan yang tangguh dan berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan kombinasi antara pendidikan, kreativitas, dan komunikasi yang efektif, generasi muda Indonesia dapat menjadi tulang punggung dalam menciptakan perubahan positif.
Penutup
Comminfest 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang isu stunting dan gizi buruk. Dengan partisipasi dari berbagai universitas dan dukungan dari berbagai pihak, acara ini menunjukkan potensi besar komunikasi dalam memecahkan masalah sosial. Dengan tema "Growth", Comminfest 2025 menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui berbagai kategori lomba dan aktivitas yang menarik, peserta tidak hanya belajar teknik komunikasi, tetapi juga memahami pentingnya peran mereka dalam masyarakat. Dengan demikian, Comminfest 2025 menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat. Dengan komitmen bersama dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, acara ini menunjukkan bahwa komunikasi bisa menjadi alat perubahan yang kuat dan efektif.