Portal Demokrasi, Jakarta,14 Maret 2026 – Keinginan memiliki hidung mancung dan proporsional membuat banyak orang mempertimbangkan berbagai prosedur estetika. Namun tidak semua orang siap menjalani operasi plastik yang invasif dengan biaya besar serta masa pemulihan yang panjang.
Kini, perkembangan teknologi estetika menghadirkan alternatif non-bedah melalui tanam benang hidung atau nose threadlift. Prosedur ini menawarkan cara membentuk hidung lebih mancung dengan waktu tindakan yang relatif singkat dan downtime minimal.
Salah satu teknik yang mulai banyak digunakan adalah Double Fix Pyramid Threadlift, metode tanam benang yang dirancang untuk memberikan struktur penopang hidung yang lebih stabil dan natural.
Menurut dr. Rudy Adiputra, MARS, M.Biomed (AAM), M.H., dokter estetika di Insta Beauty Center yang juga merupakan Trainer dan Global Advisory Board Double Fix Pyramid, teknik ini dapat menjadi solusi bagi pasien yang ingin memperbaiki bentuk hidung tanpa harus menjalani operasi plastik.
“Banyak pasien menginginkan hidung yang lebih mancung dan terdefinisi, tetapi mereka belum siap menjalani operasi rhinoplasty. Nose threadlift dengan teknik Double Fix Pyramid memberikan pendekatan non-bedah yang dapat memperbaiki kontur hidung secara lebih stabil dan tetap terlihat natural,” jelas dr. Rudy Adiputra.
Apa Itu Tanam Benang Hidung?
Tanam benang hidung atau nose threadlift merupakan prosedur estetika non-bedah yang menggunakan benang medis khusus untuk membantu membentuk dan mengangkat struktur hidung.
Berbeda dengan filler yang menambahkan volume secara langsung, benang bekerja dengan dua mekanisme utama:
Efek mekanis
Benang memberikan penopang pada batang hidung sehingga terlihat lebih tinggi dan terdefinisi.
Stimulasi kolagen alami
Tubuh akan merespons keberadaan benang dengan memproduksi kolagen baru di sekitar jaringan sehingga membantu mempertahankan bentuk hidung lebih lama.
Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 20 hingga 40 menit dengan anestesi lokal dan pasien biasanya dapat kembali beraktivitas ringan setelah tindakan selesai.
Teknik Double Fix Pyramid Threadlift untuk Penopang Lebih Stabil
Salah satu inovasi dalam prosedur ini adalah penggunaan teknik Double Fix Pyramid Threadlift.
Teknik ini menempatkan benang pada beberapa titik strategis di area hidung sehingga memberikan sistem penopang ganda yang membantu mempertahankan bentuk hidung lebih stabil.
Melalui metode ini, benang digunakan untuk:
- meninggikan batang hidung
- mengangkat ujung hidung
- memperbaiki kontur hidung agar lebih proporsional
Menurut dr. Rudy, teknik ini membantu menciptakan hasil yang lebih seimbang dengan struktur wajah pasien.
“Tujuan utama prosedur estetika bukan mengubah wajah secara drastis, tetapi memperbaiki proporsi agar lebih harmonis. Teknik Double Fix Pyramid membantu memberikan dukungan struktural yang lebih baik sehingga hasilnya terlihat lebih natural,” ujarnya.
Berapa Lama Hasil Nose Threadlift Bertahan?
Durasi hasil tanam benang hidung dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung jenis benang yang digunakan dan kondisi kulit masing-masing.
Secara umum terdapat tiga jenis material benang yang digunakan dalam prosedur ini:
PDO (Polydioxanone)
Durasi sekitar 6–12 bulan
PLA (Polylactic Acid)
Durasi sekitar 12–18 bulan
PCL (Polycaprolactone)
Durasi sekitar 18–24 bulan
Meski benang akan larut secara alami di dalam tubuh, stimulasi kolagen yang terjadi dapat membantu mempertahankan bentuk hidung lebih lama.
“Benang memang akan diserap tubuh secara bertahap, tetapi proses stimulasi kolagen yang terjadi dapat membantu mempertahankan struktur jaringan sehingga efek estetika masih terlihat lebih lama,” kata dr. Rudy.
Apakah Tanam Benang Hidung Menyakitkan?
Kekhawatiran mengenai rasa sakit sering menjadi pertanyaan utama pasien sebelum menjalani prosedur estetika.
Menurut dr. Rudy, nose threadlift termasuk prosedur dengan tingkat nyeri yang relatif rendah karena dilakukan dengan anestesi lokal.
“Selama prosedur pasien biasanya hanya merasakan tekanan ringan atau sensasi tarikan kecil di area hidung. Setelah anestesi hilang, mungkin ada nyeri ringan selama satu hingga tiga hari, tetapi biasanya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri biasa,” jelasnya.
Sebagian besar pasien sudah dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari setelah tindakan.
Risiko dan Efek Samping
Seperti prosedur medis lainnya, tanam benang hidung tetap memiliki potensi efek samping meskipun relatif jarang terjadi.
Efek samping yang paling umum meliputi:
- bengkak ringan
- kemerahan
- memar kecil
- sensasi kaku sementara
Namun kondisi tersebut biasanya akan membaik dalam beberapa hari.
“Keamanan prosedur sangat bergantung pada teknik dokter, kualitas benang, serta standar medis klinik. Karena itu penting bagi pasien untuk melakukan treatment di fasilitas yang terpercaya,” ujar dr. Rudy.
Pentingnya Konsultasi dengan Dokter
Sebelum menjalani prosedur estetika, konsultasi dengan dokter sangat penting untuk menentukan apakah treatment tersebut sesuai dengan kondisi pasien.
Setiap orang memiliki struktur wajah yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga harus disesuaikan secara individual.
“Dalam estetika medis tidak ada pendekatan yang sama untuk semua orang. Analisis wajah secara menyeluruh sangat penting agar hasil treatment tetap natural dan proporsional,” kata dr. Rudy.
Tren Estetika Non-Bedah yang Terus Berkembang
Seiring berkembangnya teknologi estetika, semakin banyak orang memilih prosedur non-bedah untuk meningkatkan penampilan dengan risiko yang lebih minimal.
Tanam benang hidung menjadi salah satu treatment yang semakin populer karena menawarkan:
- prosedur cepat
- downtime minimal
- hasil natural
- tanpa operasi
Dengan teknik yang tepat dan dokter yang berpengalaman, nose threadlift dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin memperbaiki bentuk hidung tanpa harus menjalani operasi plastik.
