GUW9BUMoGfCiGfd6TfOpTUziTY==

Penerapan AI dalam SMK3 dan PSM Jadi Kunci Utama Menuju Keselamatan Kerja

Suasana Seminar Nasional AI untuk mendukung penerapan SMK3 dan Process Safety Management (PSM) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Portal Demorkrasi, Jakarta, 22 Mei 2026
– Majalah Katiga bersama Perkumpulan Profesi Ahli K3 Indonesia (PPAK3I)sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Penerapan SMK3 dan Process Safety Management (PSM)" di Binakarna Auditorium Hotel Bidakara, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh ratusan praktisi profesional, akademisi, dan pimpinan industri guna mengupas tuntas implementasi teknologi kecerdasan buatan dalam mengejar target zero accident.

Acara ini menghadirkan narasumber Akademisi sekaligus Ahli AI ITB Prof Bambang Riyanto Trilaksono, juga Dr.Ir. Taufik Adityawarman,M.M.PMP,IPU Wadirut PT Pertamina Patra Niaga, Dr.Ir Indra Pehulisa Sembiring S.T,M.K3 selaku Direktur PT Pertamina Gas, Avep Disasmita sebagai Direktur PT Pertamina Drilling Service Indonesia, serta Artyom Kachkovsky Direktur PT DSS Indonesia.

Kelima narasumber memaparkan bagaimana peran AI dalam mendorong penerapan SMK3 & Process Safety Managament (PSM).

Selain itu setelah pemaparan narasumber dilanjutkan dengan diskusi panel bersama para panelis yang terdiri dari GM PLN Wilayah Sum-Bar Dr.Ajrun Karim,S.T.M.MT , Group Head HSSE PT PGN-Ir.Jimmy Permadi,S.T,M.B.A. Presiden Direktur QSCert.Indonesia Ir.Arief Syawaladi dan Sr.GM.SHE and Fire Dept. PT Aditya Birla Group Indonesia , Ir.Yun Firman S.T.M.M,IPM.Asean.Eng. Kelima panelis ini menanggapi paparan dari seluruh pemateri sebelumnya dari perspektif peran profesional yang mereka jalani.

Seusai acara, jajaran kepanitiaan, manajemen, serta narasumber memberikan pandangan strategis mereka secara langsung mengenai peta jalan digitalisasi keselamatan kerja di Indonesia.

Ketua Dewan Pengarah Kepanitiaan sekaligus penggagas acara ini yakni Bapak Dr.Masjuli,M.K3, menegaskan bahwa pemanfaatan AI di era industri modern bukan lagi sekadar tren atau pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan absolut perusahaan. Pihaknya berkomitmen untuk segera memformulasikan konklusi seminar ini menjadi rekomendasi taktis bagi industri, khususnya sektor berisiko tinggi (high-risk), agar standardisasi K3 berbasis AI bisa dipercepat.

Menyambung hal tersebut, Penasihat Kepanitiaan yakni Bapak Dr. Dwinanto Kurniawan , M.Ikom mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam keselamatan kerja saat ini adalah proaktivitas dan kecepatan bertindak. Menurutnya, teknologi digital terbukti mampu memangkas birokrasi pelaporan insiden secara real-time demi melindungi aset paling berharga perusahaan, yaitu keselamatan para pekerja dan seminar ini bisa menjadi langkah awal membuka kesadaran pada peserta dan pemangku kepentingan akan peran teknologi dalam mendukung keselamatan kerja.

Sementara itu, CEO Majalah Katiga yakni Bapak Sudirgo,Dhj menyatakan komitmennya untuk terus menggaungkan literasi digital K3 ini secara masif melalui seluruh platform media Katiga agar hasil pemikiran strategis dari seminar ini dapat berdampak nyata dan menjangkau seluruh pelosok industri nasional.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar yakni Bapak Dr. Ir. Amri AK.M.M atas kelancaran acara yang berlangsung dinamis dari pagi hingga sore. Ia sangat mengapresiasi kehadiran narasumber dari ITB, jajaran Direksi Pertamina Group, ahli ekspatriat, serta antusiasme luar biasa dari para peserta yang umumnya berasal dari jajaran manajemen serta para akademisi yang   memadati ballroom Hotel Bidakara. Bapak Amri menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal.

Dari sudut pandang teknis, salah satu Narasumber sekaligus Wakil Direktur Utama PT.Pertamina Patra Niaga yakni Bapak Dr.Ir. Taufik Adityawarman M.M.PMP.IPU  menjelaskan bahwa AI memiliki kemampuan luar biasa dalam predictive safety untuk membaca anomali data sebelum kecelakaan atau kegagalan proses benar-benar terjadi. Namun, ia memberi catatan bahwa secanggih apa pun teknologinya, kunci utamanya tetap ada peran manusia. Selain itu beliau menambahkan bahwa memang diperlukan investasi untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, namun jika dilihat dari dampak dan hasilnya terutama dari aspek keselamatan dan bisnis perusahaan maka investasi tersebut tak bisa dilihat hanya dari angka.

Sebagai penutup, Titi Mulyani selaku Moderator Panelis sekaligus Anggota Dewan Pengarah Kepanitian seminar ini, mengulas bahwa diskusi telah berhasil mempertemukan teori akademis dengan realita operasional hulu-hilir energi serta komparasi global. Menurutnya, telah tercapai kesepahaman kuat bahwa AI adalah bagian dari alat mitigasi  saat ini, dan tantangan berikutnya adalah memastikan regulasi, kompetensi SDM, serta kesiapan teknologi internal perusahaan termasuk terkait cybersecurity dapat berjalan beriringan agar adopsi AI di lapangan berjalan secara tepat.

Type above and press Enter to search.